5 MAHASISWA UNIIB DISAMBUT DARI THAILAND

BANYUWANGI – Suasana akhir pekan di Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB), tepatnya pada Minggu (1/3/26), tampak berbeda pada hari-hari Minggu sebelumnya. Di hari yang baik, bulan baik, lima (5) mahasiswa UNIIB yang di awal tahun berangkat ke Thailand, pagi ini sampai di tanah air.

Laku sekaligus capaian akademik yang tidak dapat sembarang mahasiswa ikut ini menjadi rasa kebanggan tersendiri bagi mereka, yakni mahasiswa KKN dan Asistensi Mengajar Internasional Thailand. Di Negeri Gajah Putih yang setiap tahunnya UNIIB mengirimkan mahasiswa, dilangsungkan dalam kurang dari 50 hari.

Penyambutan yang digelar pagi ini dihadiri oleh Wakil Rektor III, Ka. Biro Akademik, Ka. Biro Keuangan, Ketua LPPM, Ka. Pusat Penelitian, Ka. Pusat Pengabdian kepada Masyarakat, Dekan Fakultas dan segenap wali mahasiswa. Mewakili Rektor UNIIB, Wakil Rektor III, yakni Dr. Kurniyatul Faizah, M.Pd. menuturkan bahwa kegiatan KKN merupakan kegiatan pengabdian yang dilakukan melalui seleksi terlebih dahulu.

“Bapak ibu sekalian, mahasiswa yang ada di hadapan panjenengan ini adalah mahasiswa-mahasiswa terpilih. Di mana tidak sembarang mahasiswa bisa ikut. Karena itu, mereka inilah yang telah lolos seleksi. Dibuktikan dengan ketangguhan mereka dalam menjalani KKN hingga tuntas dan pulang dengan kebahagiaan,” ujarnya.

Dalam sambutannya, mahasiswa-mahasiswa ini selalu mengabarkan yang baik-baik saja. Sebagai bukti bahwa keterampilan adaptif dimiliki oleh masing-masing pribadi mereka.

“Yang mereka kabarkan selalu saja kabar baik. Selain itu, ketangguhan itu juga tercermin dalam kemampuan adaptasinya. Jadi, bapak ibu, mahasiswa-mahasiswa kita ini tidak hanya mengajar, melainkan juga bertemu dan menghargai budaya-budaya di sana,” tambahnya.

Seusai sambutan Wakil Rektor III, salah satu mahasiswa, yakni Aztri Nazlia Rahma (PGMI), dalam mewakili sambutan, memaparkan pengalamannnya dan kawan-kawannya di Negeri Gajah Putih itu.

“Kami sampaikan terimakasih kepada seluruh pimpinan dan dosen dan orang tua kami, yang telah memberikan support, sehingga dalam menjalani KKN dan Asistensi Mengajar Internasional ini lancar. Dan walaupun di sana kami menemukan keluarga baru, tapi rasa-rasanya, jiwa kami masih di Indonesia,” ucapnya.

Dalam ceritanya, Rahma menjelaskan bahwa lima mahasiswa ini diterjunkan di lembaga Pendidikan dan penginapan, bahkan provinsi yang berbeda. Terbagi dalam tiga provinsi, yakni Narathivat, Pattani dan . Namun, terpisahnya mereka tidak menjadi alasan dedikasi berhenti di tengah jalan. Dengan aktivitas yang di setiap titik penerjunan berbeda satu sama lain, komunikasi terus berjalan.

“Dan dengan perbedaan provinsi, kami tetap saling berkomunikasi. Dan masing-masing tempat KKN, kami berjumpa dengan guru-guru yang baik. Guru-guru di sana berkirim salam kepada dosen-dosen dan orang tua di sini. Alhamdulillah guru-guru di sana sangat welcome. Dan Insyallah ada yang akan melawat ke Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi. Jadi, kami meminta agar mereka disambut dengan baik, sebaik mereka menyambut kami di sana,” pungkasnya.

Selain yang mewakili dalam sambutan, empat mahasiswa yang lainnya adalah Alwa Sakna Fuadiah (PGMI), Siti Aulia Sari (PIAUD), Habibah Nur Kholisoh (HKI) dan Lilis Setyawati (PAI). Dan selepas sambutan perwakilan mahasiswa selesai, seremonial ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Dr. Akhmad Rudi Maswanto, M.H.I.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke Atas