MAHASISWA KKN GELAR SOSIALISASI PENCEGAHAN PERNIKAHAN DINI DI SMK MANSYAUL HUDA KEDUNGWUNGU

BANYUWANGI – Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dan kepedulian terhadap isu sosial di kalangan remaja, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi mengadakan kegiatan sosialisasi bertajuk “Pencegahan Pernikahan Dini” di SMK Mansyaul Huda Kedungwungu pada Selasa (05/08/25). Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja utama dari mahasiswa KKN yang bertugas di Desa Kedungwungu, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap dampak negatif pernikahan dini serta pentingnya perencanaan masa depan yang matang melalui pendidikan. Sosialisasi ini dilaksanakan di aula sekolah dan diikuti oleh seluruh siswa-siswi SMK Mansyaul Huda Kedungwungu dari berbagai jenjang kelas.

Mahasiswa KKN yang terlibat secara aktif dalam kegiatan ini menyampaikan materi edukatif yang membahas berbagai aspek terkait pernikahan dini, antara lain pengertian pernikahan dini, faktor-faktor penyebab, dampak terhadap kesehatan fisik dan mental, serta konsekuensi sosial dan hukum yang mungkin timbul. Dalam penyampaiannya, mahasiswa menjelaskan bahwa pernikahan dini kerap menjadi pemicu berbagai persoalan sosial seperti tingginya angka perceraian, ketidaksiapan psikologis dalam membina rumah tangga, serta meningkatnya risiko kematian ibu dan anak akibat kehamilan yang tidak direncanakan pada usia muda. Selain itu, pernikahan dini juga berpotensi menghambat pendidikan dan mengurangi peluang ekonomi di masa depan, terutama bagi perempuan.

Kepala SMK Mansyaul Huda Kedungwungu Bapak Ramang kukuh, dalam sambutannya mengapresiasi inisiatif para mahasiswa KKN yang telah memberikan kontribusi nyata dalam upaya pencegahan pernikahan dini. Beliau menegaskan bahwa kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan untuk memberikan pemahaman kepada para pelajar agar tidak terjebak dalam keputusan yang dapat merugikan masa depan mereka. Siswa-siswi yang mengikuti kegiatan ini menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka terlibat aktif dalam sesi tanya jawab dan diskusi kelompok. Beberapa siswa juga menyampaikan pendapat dan pengalaman mereka terkait pernikahan dini yang terjadi di lingkungan sekitar, yang menambah nilai reflektif dalam kegiatan tersebut.

Di akhir sesi, mahasiswa KKN mengajak seluruh peserta untuk membuat komitmen bersama dalam bentuk deklarasi simbolik untuk menolak pernikahan dini dan bertekad mengejar pendidikan setinggi-tingginya. Harapannya, kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga mampu menanamkan nilai-nilai kesadaran dan tanggung jawab terhadap diri sendiri dan masa depan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap dapat meninggalkan dampak positif dan membangun kesadaran kolektif di kalangan remaja untuk lebih siap menghadapi tantangan kehidupan dengan bekal pendidikan dan perencanaan yang matang. Sosialisasi ini menjadi salah satu langkah konkret dalam mewujudkan generasi muda yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke Atas