KKN-PPM 21 SUMBERASRI UNIIB GANDENG KETUA BPP DESA SOSIALISASIKAN TEKNOLOGI RAMAH LINGKUNGAN PADA IBU-IBU PKK

BANYUWANGI – Komitmen untuk mengatasi permasalahan lingkungan menjadi fokus utama dalam program kerja besar KKN-PPM 21 Sumberasri Universitas Islam Ibrahimy (UNIIB) yang menggelar sosialisasi tentang teknologi biopori di Balai Desa Sumberasri, Jumat (08/08/2025). Kegiatan yang berlangsung pada pukul 09.00 WIB ini menghadirkan Bapak Hari selaku anggota Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Desa Sumberasri sebagai pemateri yang menargetkan ibu-ibu Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) sebagai agen perubahan dalam penerapan teknologi ramah lingkungan.

Program sosialisasi yang berlangsung dengan antusiasme tinggi ini merupakan upaya strategis mahasiswa KKN-PPM dalam memberikan solusi konkret terhadap permasalahan banjir dan genangan air yang sering terjadi di musim hujan. Biopori dipilih sebagai teknologi tepat guna yang mudah diterapkan di tingkat rumah tangga dan memiliki dampak signifikan untuk lingkungan.

“Biopori adalah teknologi sederhana namun sangat efektif untuk mengatasi masalah genangan air sekaligus menyuburkan tanah. Melalui sosialisasi ini, kami berharap ibu-ibu PKK dapat menjadi pionir penerapan biopori di lingkungan masing-masing,” ungkap Bapak Hari dalam pemaparannya di hadapan puluhan ibu-ibu PKK.

Materi sosialisasi disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami dan dilengkapi dengan alat peraga yang menarik. Bapak Hari menjelaskan secara detail tentang konsep biopori, manfaatnya bagi lingkungan, alat dan bahan yang dibutuhkan, serta teknik pembuatan yang benar. Para peserta terlihat sangat antusias mengikuti setiap penjelasan dan aktif bertanya terkait teknis pembuatan biopori.

“Jadi lubang biopori ini bisa mengurangi genangan air di halaman rumah ya Pak? Sekaligus bisa untuk membuang sampah organik?” tanya salah satu ibu PKK dengan penuh minat.

Dalam paparannya, Bapak Hari menekankan bahwa biopori tidak hanya berfungsi untuk resapan air, tetapi juga sebagai cara mengolah sampah organik rumah tangga menjadi pupuk alami. Hal ini sangat relevan dengan program pengelolaan sampah yang sedang digalakkan oleh pemerintah desa.

Setelah sesi sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan biopori di area sekitar balai desa. Para ibu-ibu PKK dibagi menjadi beberapa kelompok dan dipandu oleh mahasiswa KKN-PPM serta Bapak Hari untuk langsung mempraktikkan cara membuat lubang biopori yang benar.

“Wah, ternyata mudah ya bikinnya! Cuma pakai bor tanah terus diisi sampah daun dan sisa sayuran,” ucap salah satu peserta sambil ikut membantu membuat lubang biopori pertamanya.

Kegiatan praktik ini sangat antusias diikuti oleh para peserta. Mereka belajar langsung cara menggunakan alat bor tanah manual, menentukan lokasi yang tepat untuk biopori, mengisi lubang dengan sampah organik, dan cara perawatan biopori agar tetap berfungsi optimal.

Para ibu-ibu PKK juga diberikan panduan praktis berupa leaflet yang berisi langkah-langkah pembuatan biopori, tips perawatan, dan manfaat yang bisa diperoleh dari penerapan teknologi ini. Beberapa peserta bahkan sudah merencanakan untuk membuat biopori di rumah masing-masing setelah kegiatan ini.

Kepala Desa Sumberasri yang turut hadir dalam kegiatan ini memberikan apresiasi tinggi. “Program seperti ini sangat bermanfaat untuk masyarakat kita. Biopori adalah solusi sederhana namun efektif untuk mengatasi masalah lingkungan. Saya berharap ibu-ibu PKK dapat menjadi contoh bagi warga lain dalam menerapkan teknologi ini,” jelasnya.

Ketua PKK Desa Sumberasri juga menyambut positif program ini dan berkomitmen untuk melanjutkan sosialisasi biopori ke tingkat RT dan RW. “Kami akan mengadakan lomba biopori antar RT untuk mendorong partisipasi masyarakat yang lebih luas,” ungkapnya.

Program kerja besar sosialisasi biopori ini mencerminkan kolaborasi yang baik antara mahasiswa KKN-PPM dengan stakeholder lokal dalam memberikan solusi nyata terhadap permasalahan lingkungan. Diharapkan melalui program ini, teknologi biopori dapat tersebar luas di seluruh wilayah Desa Sumberasri.

Mahasiswa KKN-PPM 21 Sumberasri berkomitmen untuk melakukan monitoring dan evaluasi terhadap penerapan biopori di masyarakat. Mereka juga akan memberikan pendampingan teknis bagi warga yang ingin membuat biopori di rumah masing-masing.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa program KKN-PPM dapat memberikan kontribusi konkret dalam mengatasi permasalahan lingkungan melalui transfer teknologi tepat guna yang mudah diakses dan diterapkan oleh masyarakat luas.

Oleh: Sinta Nuriyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke Atas