KKN-PPM 01 UNIIB GELAR WORKSHOP PEMBERDAYAAN UMKM BERBASIS EKONOMI KEBERLANJUTAN

BANYUWANGI – Mahasiswa KKN-PPM Kelompok 01 Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi melaksanakan kegiatan Workshop Pemberdayaan UMKM berbasis Ekonomi yang Berkelanjutan sebagai salah satu program unggulan dari pelaksanaan KKN-PPM Universitas Ibrahimy. Kegiatan ini diikuti oleh 23 peserta yang terdiri dari para pelaku UMKM, perwakilan masyarakat, serta kader kader PKK Desa Kedungrejo. Kehadiran mereka mencerminkan antusiasme yang tinggi dalam menimba pengetahuan dan keterampilan baru untuk memperkuat keberlangsungan usaha yang tengah mereka jalani.

Acara dibuka dengan sambutan tunggal dari Koordinator KKN Desa Kedungrejo. Dalam sambutannya, ia menyampaikan harapan besar agar kegiatan ini tidak berhenti hanya pada tataran teori dan praktik semata, melainkan mampu memberikan dampak nyata berupa peningkatan kualitas dan kemandirian pelaku UMKM di desa, sekaligus membuka jalan bagi pendampingan berkelanjutan meskipun masa KKN telah berakhir.

Jalannya acara dipandu dengan baik oleh Ahmad Madani Addilaly selaku moderator. Dengan gaya komunikatif dan interaktif, moderator berhasil menjaga alur kegiatan tetap tertib sekaligus dinamis. Beliau memandu sesi perkenalan narasumber, mengarahkan jalannya diskusi, serta memastikan keterlibatan peserta tetap terjaga dari awal hingga akhir acara. Kehadiran moderator yang piawai membuat suasana workshop terasa lebih hidup dan nyaman diikuti.

Sesi materi diawali oleh Ibu Maria Qori’ah, M.Pd., dosen Universitas Ibrahimy Banyuwangi yang juga merupakan penyelia halal. Beliau menyampaikan materi tentang Halal dan Thayyib, menekankan pentingnya bagi pelaku UMKM untuk memastikan produk yang dihasilkan bukan hanya halal secara hukum Islam saja, namun juga thayyib—yakni baik, sehat, dan bermanfaat bagi konsumen. Beliau menyinggung titik-titik kritis produk yang bisa menyebabkan ketidakhalalan, seperti penggunaan bahan yang tidak bersertifikat halal, proses produksi yang tidak higienis, atau pencampuran dengan bahan non-halal. Materi ini memberikan kesadaran kepada peserta bahwa aspek halal dan thayyib bukan hanya menjadi kewajiban syariat, melainkan juga menjadi nilai tambah dalam pemasaran produk.

Setelah itu, giliran Bapak Dicky Andriyanto, S.E., M.Ak., dosen Politeknik Negeri Jember, yang memaparkan materi tentang strategi pengembangan usaha dan studi kelayakan bisnis. Dalam paparannya, beliau menjelaskan bahwa keberhasilan sebuah usaha tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga oleh kemampuan dalam membaca peluang pasar, mengelola keuangan, menyusun strategi pemasaran, serta memahami regulasi yang berlaku, termasuk ketentuan BPOM, perlindungan konsumen, dan pentingnya perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Materi ini menumbuhkan semangat peserta untuk lebih serius mengelola usaha mereka secara profesional dan terarah, agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

Sebagai penutup sesi materi, Ibu Dwi Retna K, S.Pi., M.P, dosen Universitas Airlangga Surabaya, menyampaikan materi tentang diversifikasi produk perikanan melalui pengolahan nugget ikan. Setelah memberikan pemaparan singkat mengenai standar mutu nugget dan potensi pengembangannya, beliau memandu langsung praktik pembuatan nugget sehat. Suasana workshop menjadi sangat interaktif karena peserta tidak hanya menyaksikan, tetapi juga terlibat langsung dalam proses produksi. Mereka aktif bertanya mengenai komposisi bahan, teknik pengolahan, hingga strategi menjaga kualitas produk. Pendekatan praktik ini memberikan pengalaman nyata yang sangat diapresiasi oleh seluruh peserta.

Menariknya, pada penghujung acara diadakan pula pembagian hadiah bagi peserta yang paling aktif bertanya dan berpartisipasi selama kegiatan berlangsung. Suasana menjadi semakin meriah ketika beberapa peserta dipanggil maju untuk menerima hadiah sebagai bentuk apresiasi. Hal ini tidak hanya menambah keceriaan suasana, tetapi juga memotivasi seluruh peserta agar terus bersemangat dalam belajar dan mengembangkan usahanya.

Secara keseluruhan, kegiatan berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh semangat. Seluruh peserta menunjukkan partisipasi aktif baik dalam sesi penyampaian materi maupun praktik langsung. Keberhasilan workshop ini tidak hanya terletak pada tersampaikannya ilmu dari para narasumber, tetapi juga pada lahirnya komitmen bersama untuk terus mengembangkan usaha secara berkelanjutan. Sebagai bentuk keberlanjutan program, kegiatan ini juga dilengkapi dengan tindak lanjut berupa pendampingan intensif yang akan dilakukan baik selama masa KKN maupun setelahnya. Hal ini bertujuan agar hasil workshop tidak hanya berhenti pada tataran pelatihan, tetapi juga benar-benar diimplementasikan dalam usaha nyata peserta, sehingga dapat memberikan dampak jangka panjang bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Kedungrejo.

Penulis: Ahmad Madani Addilaly

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke Atas