PENUH HARU ROMBONGAN MAHASISWA KKN THAILAND DISAMBUT, YAYASAN, REKTOR DAN KELUARGA

BANYUWANGI – Setelah menjalani pengabdian selama dua bulan di wilayah Thailand Selatan dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional, delapan mahasiswa Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB) resmi kembali ke Indonesia. Rombongan mahasiswa bersama seorang pendamping tiba di halaman kampus pusat UNIIB pada Sabtu pagi, (12/7/25) pukul 09.00 WIB, dan disambut dalam sebuah seremoni yang penuh kehangatan dan kebanggaan.

LEGA; mahasiswa KKN Thailand tiba di halaman kampus UNIIB Jl. KH Hasyim Asy’ari no 01 Genteng, pada Sabtu pagi (12/7/25).

Acara penyambutan berlangsung di lingkungan kampus dan dihadiri oleh berbagai unsur pimpinan kampus, antara lain Dekan Fakultas Tarbiyah, Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), dan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Ketua LPPM, Kepala Humas UNIIB, serta DPL KKN Thailand. Turut hadir juga para wali mahasiswa untuk menyambut kedatangan putra-putrinya dengan penuh haru dan sukacita.

SAMBUTAN: Dr. H. Lukman Hakim, S.Ag., M. HI mengucapkan selamat datang kepada Mahasiswa KKN Thailand, pada sabtu pagi (12/7/25).

Dalam sambutannya, Rektor UNIIB, Dr. H. Lukman Hakim, S.Ag., M.HI., menyampaikan rasa syukur atas kelancaran program dan mengapresiasi semangat mahasiswa yang telah membawa nama baik kampus di kancah internasional. Beliau juga menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini, namun akan dikembangkan menjadi program rutin yang berjalan setiap semester.

“Kami berharap pengiriman mahasiswa KKN ke Thailand tidak hanya dilakukan satu tahun sekali, tetapi bisa dilaksanakan setiap semester, baik ganjil maupun genap. Harapan ini menjadi bagian dari komitmen UNIIB dalam membangun keberlanjutan kerja sama pengabdian internasional, tentunya akan kami kirimkan mencakup kompetensi yang dimiliki mahasiswa diantaranya; mampu membaca kitab, mampu berbahasa asing, dan Hafiz Quran” tegas Rektor.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa ke depan UNIIB akan lebih banyak menggunakan jalur mandiri dalam pengiriman mahasiswa ke luar negeri, yaitu melalui peran para alumni yang sebelumnya telah menjalani program serupa.

“Kami juga melibatkan alumni kita yang dulu pernah kami kirim. Lewat jaringan alumni ini, kita bisa mengirimkan mahasiswa secara mandiri tanpa melalui asosiasi. Ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kemandirian dan keberlanjutan program internasional kampus,” ujarnya.

Pernyataan ini mempertegas posisi UNIIB sebagai institusi pendidikan tinggi Islam yang tidak hanya berorientasi lokal, tetapi juga aktif memperluas jejaring dan kiprah di tingkat global.

PESAN: Drs. H. Khoirul Anam, selaku wakil ketua Yayasan UNIIB menyampaikan pesar dan apresiasi program ini, pada sabtu pagi (12/7/25).

Sambutan dari pihak Yayasan Pondok Pesantren Ibrahimy, Drs. H. Khoirul Anam, M.H., juga menekankan bahwa kerja sama internasional ini membawa manfaat yang besar, baik untuk institusi maupun bagi mahasiswa secara individu.

“Kerja sama ini menguntungkan dua belah pihak. UNIIB mendapat kepercayaan internasional, Thailand mendapatkan kontribusi pendidikan, dan mahasiswa mendapatkan nilai tambah luar biasa. Tidak lupa juga para wali mahasiswa yang patut bersyukur, karena putra-putrinya diberi kesempatan luar biasa,” tutur beliau.

Kehadiran wali mahasiswa semakin menambah keharuan acara. Salah satu wali, Deti Rahmawati secara langsung mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas capaian adik asuhnya yang bisa berangkat KKN hingga ke Negeri Gajah Putih.

“Saya sangat terharu dan bangga. Ini pengalaman yang tidak hanya mengangkat nama baik keluarga, tapi juga memberi semangat baru untuk terus mendukung pendidikan anak-anak kami,” ungkapnya.

Kegiatan KKN Internasional ini menjadi bagian dari program asistensi mengajar lintas negara yang saat ini difokuskan pada Fakultas Tarbiyah. Ke depan, UNIIB berkomitmen menjadikannya sebagai ikon pengabdian global kampus, dengan target pengiriman mahasiswa yang lebih konsisten, berkelanjutan, dan mandiri dengan Pendidikan lintas negara.

Sumber: HUMAS UNIIB.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke Atas