KELOMPOK KKN 07 REJOAGUNG SIAP JADI GARDA SOSIALISASI PMB UNIIB DI TENGAH MASYARAKAT

BANYUWANGI – Minggu 24 Mei 2026 — Kelompok KKN 07 Desa Rejoagung menunjukkan komitmennya dalam mendukung suksesnya Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB). Komitmen tersebut mengemuka di sela kegiatan koordinasi KKN bersama Dosen Pendamping Lapangan (DPL), yang turut memberikan arahan terkait pentingnya sosialisasi PMB kepada masyarakat.

Dalam arahannya, dosen dari Program Studi Pengembangan Masyarakat itu mengajak mahasiswa untuk mengambil peran aktif memperkenalkan UNIIB kepada masyarakat luas. Mahasiswa diminta memanfaatkan momentum Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai ruang pengabdian sekaligus media memperluas informasi pendidikan tinggi kepada warga desa.

Mahasiswa didorong untuk terus berikhtiar menyosialisasikan PMB kepada teman, keluarga, kerabat, hingga masyarakat di lingkungan tempat KKN berlangsung. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat akses informasi pendidikan, khususnya bagi masyarakat Banyuwangi dan sekitarnya.

“Saya berharap momentum KKN ini juga menjadi wadah untuk terus memperkenalkan UNIIB kepada masyarakat. Kami mencoba berbagai macam cara agar UNIIB menjadi salah satu lembaga alternatif pendidikan di Banyuwangi,” ujar Athoilah, anggota Panitia PMB UNIIB 2026.

Menurutnya, keberadaan mahasiswa di tengah masyarakat memiliki posisi strategis dalam membangun kedekatan sekaligus menyebarkan informasi secara langsung kepada warga. Dengan waktu pengabdian yang cukup panjang selama KKN, mahasiswa dinilai mampu menjadi agen utama dalam mengenalkan kampus kepada masyarakat akar rumput.

Ia juga optimistis upaya sosialisasi berbasis pendekatan personal dan “gethuk tular” atau promosi dari mulut ke mulut akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan jumlah mahasiswa baru tahun ini.

“Saya optimistis, dengan gethuk tular dan berbagai macam ikhtiar, insyaallah PMB tahun 2026 sukses dan jumlah mahasiswa meningkat,” katanya.

Melalui keterlibatan mahasiswa KKN, UNIIB berharap sosialisasi PMB tidak hanya berjalan secara formal, tetapi juga hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui pendekatan edukatif dan partisipatif di tingkat desa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke Atas