MATANGKAN PERSIAPAN PENGABDIAN, KELOMPOK 13 KKN-PPM UNIIB GELAR PERTEMUAN PERDANA BERSAMA DPL

BANYUWANGI – Kelompok 13 Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi  sukses menggelar rapat koordinasi perdana bersama Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) pada Minggu (31/05/2026). Kegiatan ini melibatkan seluruh anggota Kelompok 13 KKN-PPM serta Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang berperan sebagai pengarah dan pembimbing selama masa penerjunan.

Rapat koordinasi dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. Pertemuan berlangsung di Caffe Cuuami Jajag, Banyuwangi, dengan suasana yang kondusif dan interaktif.  Pertemuan tatap muka yang berlangsung hangat ini diselenggarakan sebagai langkah awal persiapan, penyamaan persepsi, serta pemetaan regulasi teknis kelompok sebelum resmi diterjunkan ke lokasi pengabdian

Rapat yang bertujuan untuk mempererat koordinasi antara DPL dan Mahasiswa ini menghasilkan beberapa poin keputusan strategis, antara lain yakni simulasi penyusunan program kerja (proker) sektoral, pembagian manajemen kerja tim, hingga penataan instrumen administrasi. Pada sesi diskusi program kerja, DPL memberikan arahan taktis mengenai metodologi penyusunan program di lapangan. Sebagai stimulus, DPL memberikan contoh konseptual pada klaster Tarbiyah (Pendidikan Islam) berupa rancangan gerakan edukasi filantropi Islam sejak dini melalui penyuluhan infaq dan pengadaan kotak amal kreatif di sekolah dasar setempat.

Pemberian contoh kasus ini dimaksudkan agar mahasiswa memiliki gambaran utuh dalam memetakan proker yang memiliki dampak perubahan nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat. Sehingga, mahasiswa tidak asal-asalan dalam menyusun arah program kerja KKN serta tidak hanya bersifat formalitas. 

Di sisi lain, guna memastikan akuntabilitas dan penyebaran informasi aktivitas pengabdian berjalan optimal, kelompok secara taktis membentuk pembagian tugas internal pada Divisi Publikasi, Dekorasi, dan Dokumentasi (PDD). Divisi ini diperkuat oleh beberapa personel yang berbagi peran spesifik sebagai desainer visual, editor dokumentasi, dan pengetik narasi. Pembagian pos kerja ini disiapkan untuk mendukung konsistensi penyusunan laporan narasi berita mingguan kelompok.

Selain manajemen tim, rapat perdana ini juga menyepakati standarisasi pemenuhan administrasi harian posko serta teknis penyusunan laporan akhir kelompok. Langkah penataan instrumen ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab akademis dan kedisiplinan kelompok mahasiswa selama masa pengabdian berlangsung, sekaligus untuk mengukur dampak perubahan konkret yang dihasilkan pasca-KKN di lokasi pengabdian.

Meskipun instrumen administrasi dan simulasi penyusunan proker telah dipaparkan secara komprehensif, kelompok mahasiswa dan DPL sepakat bahwa penentuan dan finalisasi seluruh program kerja kelompok secara keseluruhan tetap akan menunggu hasil survei latar belakang desa saat penerjunan nanti. Langkah dinamis ini diambil agar seluruh instrumen program benar-benar bermanfaat berkelanjutan serta tepat sasaran berdasarkan kebutuhan riil masyarakat Desa Plampang. 

Menariknya, meski agenda yang dibahas terhitung krusial bagi masa depan pengabdian, atmosfer pertemuan justru berjalan sangat cair dan interaktif. Hubungan komunikasi antara DPL dan mahasiswa diwarnai dengan diskusi yang diselingi komunikasi kasual guna membangun kedekatan internal tim. Pertemuan perdana ini pun ditutup dengan sesi pembuatan konten kreatif bersama antara mahasiswa dan DPL, sebagai bentuk dokumentasi publikasi digital kelompok.

“Diskusi perdana ini memberikan peta jalan yang sangat jelas bagi kami. Melalui contoh simulasi proker klaster Tarbiyah yang dipaparkan DPL, kami mendapatkan gambaran bagaimana merancang program yang menyentuh akar rumput. Ditambah dengan pembagian tugas tim publikasi serta ketertiban administrasi yang matang,” ujar salah satu anggota kelompok KKN yang hadir di lokasi.

Melalui rapat koordinasi perdana ini, kelompok KKN diharapkan dapat terus menjaga kekompakan tim serta konsistensi semangat pengabdian hingga akhir masa kegiatan. Sebagai tindak lanjut pascapertemuan, rangkaian agenda berikutnya yang akan segera dilaksanakan oleh kelompok mahasiswa dalam waktu dekat adalah melakukan survei lokasi secara langsung ke Desa Plampang guna memetakan potensi fisik dan kebutuhan riil masyarakat setempat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke Atas