Menjejak Kepundungan, Membangun Kebersamaan
BANYUWANGI – Ada yang berbeda di Dusun Kepundungan hari ini. Bukan seremoni besar dengan spanduk dan sambutan panjang, melainkan sesuatu yang lebih sederhana namun bermakna: kehadiran. Mahasiswa KKN PPM UNIIB 2026 melangkah masuk ke tengah masyarakat lewat kegiatan inkulturasi, sebuah tahap awal yang sering luput dari sorotan namun menjadi penentu arah keberhasilan pengabdian selanjutnya (16/07/2026).
Langkah pertama membawa mahasiswa ke Posyandu Dusun Kepundungan. Bukan sekadar membantu teknis, tapi juga menyerap suasana: bagaimana warga saling menyapa, bagaimana kekhawatiran seorang ibu terhadap tumbuh kembang anaknya diutarakan, bagaimana kesehatan menjadi urusan bersama, bukan urusan sendiri-sendiri.
Langkah kedua membawa mereka ke rumah dan majelis para tokoh agama desa. Dalam perbincangan yang cair, mahasiswa mendengar lebih banyak daripada berbicara—tentang nilai yang dipegang teguh warga, tentang harapan mereka terhadap kehadiran mahasiswa selama KKN, dan tentang bagaimana agama menjadi perekat sosial di desa ini.
Dari dua momen inilah, Raizzakkii, selaku penulis, menitipkan sebuah refleksi:
“Inkulturasi diharapkan dapat menjadi momen pembuka yang baik bagi kita untuk masuk ke masyarakat. Karena insight terbaik mungkin tidak dihasilkan ketika rapat, tapi datang dari warung pojok, duduk bersama, atau gotong royong—sehingga kita dapat turun, dengar, dan rasakan suasananya bersama.”
Hari ini menjadi penanda: bahwa pengabdian yang bermakna dimulai bukan dari podium, melainkan dari duduk bersama, mendengar cerita, dan merasakan denyut kehidupan desa apa adanya.
Oleh: Raizzakkii
