GELAR FGD BERSAMA UNIVERSITAS NEGERI MALANG: KKN-PPM UNIIB PETAKAN POTENSI DAN KEBUTUHAN DESA PLAMPANGREJO
BANYUWANGI – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Kelompok 13 Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB) menggandeng mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) untuk menggelar forum Focus Group Discussion (FGD) bersama masyarakat. Pertemuan yang dilaksanakan pada Sabtu (18/7/2026) di Aula Balai Desa Plampangrejo, Kecamatan Cluring ini menjadi momentum strategis untuk menyelaraskan rancangan program kerja (proker) akademis dengan realitas kebutuhan riil dan keberlanjutan pembangunan di desa setempat.
Kolaborasi lintas kampus ini sengaja diinisiasi oleh mahasiswa UNIIB dengan merangkul tim mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) yang telah lebih dulu mengabdi di desa tersebut. Kehadiran mahasiswa UM yang masa pengabdiannya tinggal menyisakan waktu 10 hari lagi ini, dimanfaatkan sebagai jembatan estafet program kerja agar evaluasi dan temuan berharga di lapangan dapat dilanjutkan secara berkesinambungan.
Kegiatan diskusi dipandu oleh Master of Ceremony (MC) dan resmi dibuka pada pukul 20.15 WIB. Rangkaian acara diawali dengan sambutan dari perwakilan Kelompok 13 KKN-PPM UNIIB, dilanjutkan oleh perwakilan kelompok UM Universitas Negeri Malang, serta sambutan dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN-PPM UNIIB. Memasuki sesi inti, Kepala Desa Plampangrejo memaparkan karakteristik dan kondisi umum desa, yang kemudian disusul dengan presentasi rancangan program kerja dari kedua universitas.
Dalam sesi pemaparan tersebut, Koordinator Desa (Kordes) UM menjelaskan bahwa hampir seluruh program kerja mereka telah selesai dan kini tinggal memasuki tahap penyelesaian akhir (finishing). Pihaknya juga membagikan temuan krusial di sektor pendidikan dasar yang diharapkan dapat diintervensi oleh mahasiswa UNIIB.
“Kami memang melaksanakan program ke sekolah dengan membawa media ajar matematika. Disitu kami mendapatkan pertanyaan dari madrasah ibtidaiyah kapan mau kesini, dan mendapatkan sebuah temuan bahwasannya anak-anak kelas 3 masih kesulitan dalam berhitung, membaca, dan menulis (kalistung). Maka kami menyarankan ke temen-temen UNIIB untuk bisa masuk kesitu,” tutur Caca selaku Kordes UM dalam forum tersebut.
Tantangan di sektor anak-anak ternyata tidak hanya menyangkut aspek kognitif, melainkan juga degradasi moral dan spiritual. Hal ini terungkap melalui tanggapan kritis dari Kepala Dusun setempat, Bapak Anggi, yang menyoroti mulai lunturnya karakter religius di kalangan generasi muda desa.
“Dulu zaman saya, adzan dan pujian di mushola ini rebutan. Namun hari ini, anak-anak sudah tidak ada lagi yang mau melakukan hal seperti itu. Maka ada keperluan untuk memberikan edukasi kepada anak-anak sekitar,” ujar Pak Anggi dalam sesi diskusi setelah pemaparan proker.
Di sisi lain, perumusan proker utama mengenai pelatihan pembuatan yogurt buah naga untuk penanganan stunting sempat berjalan alot dan mengambang. Perwakilan Ibu-Ibu PKK mengingatkan mahasiswa agar mempertimbangkan dengan cermat manajemen waktu pelaksanaan agar tidak membentur dan mengganggu aktivitas domestik ibu rumah tangga di dapur.
Merespons berbagai temuan dan masukan dari kepala dusun, ibu PKK, serta estafet rekomendasi dari mahasiswa UM, tim KKN-PPM UNIIB berkomitmen untuk merombak ulang formula program kerja mereka. Mahasiswa akan menyusun jadwal pelatihan yang lebih efisien serta siap turun ke madrasah ibtidaiyah untuk menguatkan aspek kalistung sekaligus memberikan edukasi karakter keagamaan pada anak-anak.
Pelaksanaan FGD lintas kampus yang berlangsung dinamis hingga tengah malam ini menjadi cerminan komitmen nyata mahasiswa KKN-PPM UNIIB dalam melahirkan program pengabdian yang tidak hanya memiliki kualitas akademik yang unggul, tetapi juga menghasilkan solusi yang kontekstual, responsif terhadap kebutuhan masyarakat, serta berkontribusi nyata dalam pembangunan karakter dan pemberdayaan masyarakat desa berbasis nilai-nilai keislaman.
Pewarta: Akid Waliyudin
