Kunjungi Kadus Sumberagung Kidul, Mahasiswa KKN-PPM UNIIB Gali Potensi dan Tantangan Pengrajin Besek Desa Rejoagung

BANYUWANGI – Mahasiswa KKN-PPM 07 Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB) Desa Rejoagung melaksanakan kunjungan kepada kepala dusun pada Kamis siang (16/7/2026). Dalam rangka ijin menempati posko yang berada di daerah Sumberagung Kidul dan mengumpulkan informasi mengenai pengerajin besek di dusun tersebut, tim KKN-PPM berkesempatan menemui langsung dengan Kadus Desa Rejoagung, Dusun Sumberagung Kidul, Bapak Edi Sugiarto pada pukul 10.00 WIB.

Sebagaimana dijelaskan oleh Bapak Edi dalam sesi wawancara, anyaman bambu berupa besek sempat menjadi produk utama yang menggerakkan roda ekonomi dan mayoritas pekerjaan penduduk di wilayah tersebut dan penjualannya sampai luar kota.

“Pertama kali pengrajin besek di Sumberagung Kidul jumlahnya banyak karena produk ini digunakan untuk kemasan ikan. Akan tetapi yang menggambil besek dari muncar sudah berhenti karena besek sudah diganti dengan kemasan kaleng,” ujar Bapak Edi saat memberikan gambaran kondisi ekonomi warganya sendiri.

Di sisi lain, pergeseran fungsi kemasan tersebut berdampak sangat signifikan terhadap keberlangsungan usaha lokal masyarakat setempat saat ini.

“Untuk sekarang, jumlah pengrajin besek menurun drastis karena target penjualan saat ini bergeser, hanya digunakan untuk wadah bibit tanaman saja dan para pengerajin besek itu membeli bambu irat di Bapak Busairi dan harga 1 potong Rp. 40.000,00,” tambahnya saat menjelaskan tantangan pengembangan bisnis kerajinan tersebut.

“Untuk kendala sekarang di setiap sekolah menerapkan kreativitas anyaman bambu siswa siswi cuma bisa membuat keterampilan pagar dari bambu,” ujar bapak Kadus.

Sebagai langkah tindak lanjut, seluruh data dan informasi komprehensif yang didapatkan dari hasil wawancara ini langsung didokumentasikan oleh Tim KKN-PPM 07 Desa Rejoagung. Data tersebut akan digunakan sebagai basis pendukung utama dalam merumuskan dan menyusun program kerja KKN yang relevan, tepat sasaran, serta sesuai dengan kebutuhan dan potensi riil masyarakat setempat.

Penulis: Mochammad Husaini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke Atas