Mahasiswa KKN-PPM Kelompok 17 Pendampingan Pembukuan Digital Pelaku usaha UMKM di Desa Purwodadi

BANYUWANGI – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 17 Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi melaksanakan program kerja Klaster Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam melalui kegiatan Pendampingan Pembukuan Digital bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Purwodadi, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, pada Minggu (2/8/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pelaku UMKM dalam mengelola administrasi keuangan usaha secara lebih tertib dan sistematis melalui pemanfaatan teknologi digital. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa memberikan edukasi sekaligus praktik mengenai pencatatan transaksi keuangan, pemisahan keuangan pribadi dan usaha, serta penggunaan aplikasi pembukuan digital sebagai sarana pengelolaan keuangan yang praktis dan efisien.

Berdasarkan hasil observasi selama pelaksanaan KKN, mahasiswa menemukan bahwa sebagian pelaku UMKM di Desa Purwodadi masih melakukan pencatatan keuangan secara manual dan sederhana. Kondisi tersebut menyebabkan data keuangan usaha belum terdokumentasi dengan baik sehingga menyulitkan pelaku usaha dalam melakukan evaluasi maupun mengambil keputusan untuk mengembangkan usahanya.

Sebagai bentuk solusi atas permasalahan tersebut, mahasiswa KKN mendampingi salah satu UMKM di Dusun Tempurejo sebagai mitra dalam pelaksanaan program. Kegiatan ini meliputi praktik pencatatan pemasukan dan pengeluaran, pengelompokan transaksi, hingga penyusunan laporan keuangan sederhana berbasis digital yang mudah dipahami dan dapat diterapkan secara mandiri oleh pelaku usaha.

Melalui program ini, diharapkan pelaku UMKM di Desa Purwodadi semakin memahami pentingnya pengelolaan keuangan yang tertib, transparan, dan terdokumentasi dengan baik. Selain meningkatkan literasi keuangan digital, kegiatan ini juga menjadi wujud kontribusi nyata mahasiswa KKN Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi dalam mendukung penguatan daya saing serta keberlanjutan UMKM sebagai salah satu penggerak perekonomian masyarakat desa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke Atas