Bersama Ibu Ubaidatillah, S.Pd. Pandu Komunitas Guru SD dan MI Desa Kepundungan Menguasai Alat Digital dan AI untuk Kelas yang Lebih Interaktif

Banyuwangi — Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di era digital, Kelompok KKN-PPM bekerja sama dengan komunitas guru setempat mengadakan pendampingan teknis bertajuk “Digital Teaching Skills” pada Sabtu (8/7/2026). Kegiatan yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 11.00 WIB ini dihadiri oleh perwakilan guru Sekolah Dasar (SD) sekaligus guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Desa Kepundungan, menegaskan bahwa program ini menyasar seluruh jenjang pendidikan dasar tanpa terkecuali, baik dari sekolah umum maupun madrasah.

Hadir sebagai pemateri utama, Ibu Ubaidatillah, S.Pd., seorang praktisi pendidikan yang berpengalaman dalam integrasi teknologi. Beliau menyampaikan bahwa penguasaan alat digital bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan dasar untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bagi siswa generasi Alpha, baik di lingkungan SD maupun MI yang memiliki karakteristik siswa yang tidak jauh berbeda.

Materi yang disampaikan sangat aplikatif dan terkini. Peserta diajarkan teknik desain grafis sederhana namun estetis menggunakan Canva, serta penyusunan materi presentasi yang interaktif melalui Microsoft PowerPoint. Poin paling menarik dari sesi ini adalah pengenalan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dalam pendidikan. Ibu Ubaidatillah mendemonstrasikan cara menggunakan Gamma AI untuk membuat slide presentasi secara otomatis dan Bamboozle AI untuk menyusun kuis edukatif yang seru dalam hitungan menit.

“Tujuannya bukan menggantikan peran guru, tetapi memudahkan administrasi dan memperkaya metode mengajar,” ujar Ibu Ubaidatillah di hadapan para peserta dari kalangan guru SD dan MI yang antusias mencoba langsung aplikasi tersebut di laptop masing-masing.

Kegiatan ini mendapat respons positif dari para guru, baik dari unsur SD maupun MI. Mereka merasa lebih percaya diri untuk mulai menerapkan media pembelajaran digital di kelas masing-masing, sehingga proses belajar-mengajar di Desa Kepundungan diharapkan menjadi lebih variatif, efisien, dan sesuai dengan perkembangan zaman, tanpa memandang perbedaan jenjang kelembagaan pendidikan.

Penulis (Raizzakkii)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke Atas