Dukung UMKM Naik Kelas, Mahasiswa KKN Pendampingan Sertifikasi Halal BPJPH Rasakan Pengalaman Langsung
BANYUWANGI – Dalam upaya mendorong daya saing dan legalitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di tingkat desa, kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) mendampingi Petugas Pendamping Proses Produk Halal (P3H) dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dalam kegiatan verifikasi sertifikasi halal secara langsung, pada Jum’at (14/8/2026).
Program penjangkauan langsung ini menyasar belasan pelaku UMKM pangan skala rumah tangga di wilayah Desa Parijatah Kulon. Fokus utama pendampingan menitikberatkan pada produk makanan ringan, olahan pangan lokal, serta minuman olahan yang belum mengantongi sertifikat halal resmi.
Dalam aksi turun lapangan ini, mahasiswa KKN memegang peran aktif dalam memfasilitasi proses pendataan. Tidak hanya membantu melengkapi berkas administrasi dan pembuatan Akun SiHalal, mahasiswa juga membantu petugas P3H dalam memverifikasi bahan baku, bahan tambahan, hingga proses produksi yang digunakan oleh para pemilik usaha.
“Banyak pelaku UMKM di desa sebenarnya produknya sudah pasti halal secara bahan, tetapi mereka masih awam terkait prosedur pendaftaran dan kriteria Jaminan Produk Halal (JPH). Kehadiran adik-adik mahasiswa KKN sangat membantu kami mempercepat verifikasi bahan dan input data lokasi,” ujar Destyan Nico Pratama, Pendamping Halal BPJPH setempat.
Koordinator Kelompok KKN, Masrohan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja utama pengabdian masyarakat yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi lokal.
“Kami ingin memastikan bahwa sertifikasi halal bukan lagi hal yang menakutkan atau rumit bagi pelaku UMKM desa. Lewat metode jemput bola ini, kami mendampingi mereka dari nol, mulai dari pengecekan komposisi hingga pendaftaran akun,” ungkap Masrohan.
Antusiasme tinggi ditunjukkan oleh para pelaku UMKM setempat. Salah satu pemilik usaha olahan Keripik Singkong, Ibu …… , mengaku sangat terbantu dengan kedatangan tim KKN dan pendamping BPJPH ke kediamannya.
“Selama ini saya bingung mau mengurus sertifikat halal ke mana dan takut mahal. Alhamdulillah hari ini didatangi langsung, diajari cara daftarnya, dan ternyata gratis lewat program Sertifikasi Halal Gratis. Sekarang jadi lebih percaya diri untuk memasarkan produk lebih luas,” tuturnya.
Melalui sinergi antara mahasiswa KKN, Pendamping BPJPH, dan pemerintah desa setempat, diharapkan semakin banyak produk UMKM lokal yang terstandardisasi. Langkah ini tidak hanya memberikan kepastian legalitas dan kenyamanan bagi konsumen, tetapi juga membuka peluang bagi produk desa untuk menembus pasar ritel modern hingga ekspor.
Pewarta : Syafira Syifa
