PENERJUNAN MAHASISWA KKN-PPM UNIIB DI DESA KEDUNGREJO
BANYUWANGI – Sebanyak 14 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Tahun 2025 dari Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi secara resmi diterjunkan di Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi pada hari Kamis, 17 Juli 2025. Penerjunan ini menjadi langkah awal dari rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang akan berlangsung selama satu bulan penuh, sebagai bagian dari implementasi tridharma perguruan tinggi.
Kegiatan ini mengusung tema “Kedungrejo Berdaya: Inovasi Pesisir Berbasis Ekonomi Kreatif dan Lingkungan Berkelanjutan”, yang menjadi arah pijakan seluruh program kerja mahasiswa dalam mendukung pembangunan desa berbasis potensi lokal dan partisipasi aktif masyarakat.
Sebelum diterjunkan ke desa, para mahasiswa telah mengikuti acara pelepasan resmi yang diselenggarakan oleh pihak kampus di Kantor Kecamatan Tegaldlimo pada 16 Juli 2025. Acara tersebut menjadi momen simbolik keberangkatan seluruh peserta KKN-PPM Universitas Islam Ibrahimy ke lokasi pengabdian masing-masing.
Dalam acara penerjunan di Balai Desa Kedungrejo, para mahasiswa disambut hangat oleh Kepala Desa Kedungrejo, Bapak Ahmad Zaiho, beserta seluruh perangkat desa. Dalam sambutannya, Bapak Ahmad Zaiho menyampaikan apresiasi atas kehadiran para mahasiswa yang diharapkan dapat bersinergi dalam pembangunan desa.
“Kami sangat menyambut baik kehadiran adik-adik mahasiswa di Desa Kedungrejo. Semoga kegiatan KKN ini dapat membawa manfaat bagi masyarakat serta menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam memahami kondisi sosial, ekonomi, dan budaya di desa,” ujar Bapak Ahmad Zaiho.

Kelompok mahasiswa ini akan berposko di Perumahan AA Regency Blok G12 selama melaksanakan KKN. Rumah tersebut akan menjadi pusat koordinasi, diskusi, dan perencanaan seluruh kegiatan.
Selama pengabdian, mahasiswa akan melaksanakan sejumlah program kerja yang terbagi ke dalam empat fokus utama, yaitu:
- Pemberdayaan Masyarakat: Berfokus pada peningkatan kapasitas dan keterampilan warga, terutama dalam bidang ekonomi kreatif pesisir seperti olahan hasil laut, kerajinan tangan, dan pelatihan pelatihan lainnya.
- Pendidikan dan Literasi: Melibatkan kegiatan seperti bimbingan belajar, kelas kreatif, penguatan literasi baca‑tulis, serta Edukasi – edukasi lainnya.
- Lingkungan dan Kebersihan: Menargetkan kesadaran akan kebersihan dan pelestarian lingkungan melalui kegiatan seperti bersih bersih desa, penghijauan, dan edukasi pengelolaan sampah rumah tangga.
- Kesehatan dan Sosial: Meliputi kegiatan penyuluhan kesehatan, cek kesehatan ringan, serta kolaborasi dengan kader posyandu dan lansia untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan hidup sehat.
Dalam kesempatan yang sama, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) kelompok satu, Ibu Maria Qoriah, M.Pd turut menyampaikan sambutannya.
“Saya berharap seluruh mahasiswa dapat menjadikan kegiatan KKN ini sebagai media aktualisasi diri. Jangan hanya datang, lihat, dan pulang. Tapi hadir, peka, bekerja sama, dan memberi dampak. Mari kita ciptakan kenangan yang membekas, baik bagi masyarakat maupun diri kita sendiri.”ujar beliau.
Semangat yang sama juga dirasakan oleh para mahasiswa. Danil Hamdani Subhan, selaku koordinator desa, mewakili rekan‑rekannya menyampaikan bahwa mereka siap untuk mengabdi dan berkolaborasi dengan masyarakat desa.
“Kami sangat senang dan bersemangat untuk bisa terjun langsung ke masyarakat. Kami berharap program yang kami jalankan dapat membantu warga desa dan menjadi pengalaman berharga bagi kami sebagai mahasiswa,” ungkap Danil Masyarakat Desa Kedungrejo pun menyambut positif kehadiran para mahasiswa. Beberapa warga menyatakan harapan besar agar kehadiran mahasiswa dapat memberikan kontribusi nyata dalam menyelesaikan permasalahan desa serta membuka wawasan dan keterampilan baru, khususnya bagi generasi muda.
Dengan sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat, diharapkan seluruh rangkaian kegiatan KKN‑PPM 2025 ini dapat memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi Desa Kedungrejo. Kolaborasi ini bukan hanya menjadi ruang belajar, tetapi juga titik awal membangun desa yang berdaya, kreatif, dan berwawasan lingkungan.
Oleh: Ahmad Madani Addilaly
