Mahasiswa PGMI dan Siswa MI Miftahul Huda Tegaldlimo Tunjukkan Kepedulian Terhadap Kebersihan Sekolah

Banyuwangi, 30 Juli 2025 – Dalam rangka membangun kepedulian siswa terhadap kebersihan dan lingkungan sekolah, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Universitas Islam Ibrahimy Genteng yang tergabung dalam Kelompok 6 KKN-PPM mengadakan kegiatan bertajuk “Sosialisasi Peduli Lingkungan dan Giat Resik Sekolah” di MI Miftahul Huda, Desa Tegaldlimo, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi.

Kegiatan berlangsung selama dua hari, yaitu pada Kamis–Jumat, 25–26 Juli 2025, dan menjadi salah satu program kerja utama kelompok yang dipimpin oleh Mas Davin selaku ketua proker. Program ini dirancang sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa terhadap pembentukan karakter siswa yang peduli terhadap kebersihan serta memiliki tanggung jawab sosial di lingkungan pendidikan.

Hari Pertama: Sosialisasi Peduli Lingkungan Sekolah

Pada hari pertama, mahasiswa PGMI mengadakan sosialisasi di dalam kelas yang diikuti oleh seluruh siswa MI Miftahul Huda. Materi yang disampaikan mencakup pentingnya menjaga kebersihan, dampak lingkungan yang kotor terhadap kesehatan, serta peran siswa sebagai agen perubahan di sekolah.

Sosialisasi dilakukan dengan pendekatan interaktif, seperti diskusi ringan, permainan edukatif, serta pemutaran video singkat bertema lingkungan. Para siswa tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut dan aktif menjawab pertanyaan maupun berbagi pengalaman mereka tentang kebersihan di lingkungan sekitar.

“Kami ingin menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan sekolah, dan salah satu cara yang paling efektif adalah dengan memberikan pemahaman sejak dini melalui pendekatan yang menyenangkan,” ujar Mas Davin.

Hari Kedua: Giat Resik, Adaptasi Budaya Roan Pesantren

Sebagai tindak lanjut dari sosialisasi, kegiatan dilanjutkan pada hari kedua dengan pelaksanaan Giat Resik Lingkungan Sekolah. Kegiatan ini merupakan adaptasi dari budaya “roan”, yakni kerja bakti rutin yang biasa dilakukan di pondok pesantren. Konsep ini diangkat karena dinilai relevan dengan karakter siswa madrasah, serta mengandung nilai-nilai gotong royong, kedisiplinan, dan tanggung jawab.

Seluruh siswa, guru, dan mahasiswa KKN-PPM bersama-sama membersihkan area sekolah, mulai dari halaman, ruang kelas, taman sekolah, hingga kamar mandi. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan kompetisi kebersihan antarkelas, yang semakin meningkatkan semangat siswa untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

Suasana penuh semangat dan keceriaan sangat terasa. Siswa saling bekerja sama, membagi tugas, dan berlomba menunjukkan kelas mereka sebagai yang paling bersih dan rapi. Para mahasiswa KKN pun mendampingi dengan penuh semangat dan menjadi teladan langsung bagi adik-adik di MI Miftahul Huda.

Respon Positif dan Harapan Ke Depan

Pihak sekolah menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif mahasiswa KKN-PPM PGMI ini. Kegiatan tersebut dinilai sejalan dengan nilai-nilai pendidikan karakter yang selama ini coba ditanamkan di sekolah, terutama terkait kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepedulian sosial.

“Kegiatan ini sangat membangun. Anak-anak jadi lebih sadar bahwa menjaga kebersihan itu bukan hanya tanggung jawab petugas kebersihan atau guru, tetapi seluruh warga sekolah,” ungkap salah satu guru pendamping.

Melalui program ini, mahasiswa KKN berharap bahwa budaya bersih dan peduli lingkungan bisa menjadi kebiasaan jangka panjang yang terus dijaga oleh siswa dan seluruh civitas sekolah, bahkan setelah masa KKN usai. Kegiatan ini menunjukkan bahwa sinergi antara mahasiswa dan sekolah dapat melahirkan program yang tidak hanya bermanfaat secara langsung, tetapi juga menginspirasi perubahan sikap dan kebiasaan yang lebih baik di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke Atas