KOLABORASI KKN-PPM UNIIB DAN PUSKESMAS KEDUNGREJO : PENDAMPINGAN PROLANIS 2025
BANYUWANGI, 29 Juli 2025 – Mahasiswa KKN-PPM 2025 Kelompok 1 Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi melaksanakan kegiatan Pendampingan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di Dusun Stoplas dan Dusun Krajan, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar. Kegiatan ini merupakan kerja sama antara mahasiswa KKN-PPM UNIIB dan Puskesmas Kedungrejo yang bertujuan mendampingi masyarakat dalam manajemen kesehatan jangka panjang, khususnya penderita hipertensi dan diabetes melitus.
Program Pengelolaan Penyakit Kronis hanya dapat diikuti oleh warga yang memiliki jaminan kesehatan BPJS, karena seluruh pemeriksaan terintegrasi dengan layanan yang difasilitasi pemerintah. Sebelum seseorang menjadi peserta aktif, mereka akan melalui tahap skrining awal untuk melihat riwayat penyakit seperti hipertensi, diabetes, kolesterol, atau komplikasi metabolik lainnya.
“Rata-rata peserta Prolanis itu usia 30 tahun ke atas, tapi ada juga kok yang usianya masih 25-an udah ikut, biasanya karena faktor keturunan dari keluarga.” Ujar Mas Deo, petugas pengambil sampel darah.
Setelah lolos skrining, dilakukan pengambilan sampel darah dengan dua jenis tabung :
- Tabung Ungu : untuk pemeriksaan gula darah (DM/HDK), ADL, dan juga untuk pemeriksaan lengkap karena mengandung antikoagulan yang memungkinkan pemeriksaan serum dan plasma.
- Tabung Merah : untuk pemeriksaan hipertensi, urea, kolesterol, HDL, dan LDL.
Sampel darah yang diambil segera dikirim ke Laboratorium Brawijaya Banyuwangi agar hasil tetap akurat. Penundaan pemeriksaan dapat mempengaruhi validitas sampel, terutama jika harus menunggu terlalu lama. Proses cek laboratorium umunya cepat, bisa dalam 1 hari, namun kadang memakan waktu hingga 4 hari sampai 1 minggu, tergantung kelengkapan administrasi peserta.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya bertindak sebagai pendamping teknis, tetapi juga sebagai edukator berbasis nilai keluarga. Mereka membantu melakukan sosialisasi pentingnya deteksi dini penyakit kronis, edukasi hidup sehat di lingkungan keluarga, pendataan dan komunikasi dengan peserta dan petugas Puskesmas, membantu pemetaan lansia dan warga yang rentan terhadap penyakit kronis.
“Dengan keterlibatan kami di lapangan, kami belajar bahwa menjaga kesehatan bukan hanya tugas tenaga medis, tetapi juga tanggung jawab keluarga. Ini selaras dengan nilai-nilai dalam Hukum Keluarga Islam,” Ujar Farah, salah satu mahasiswa KKN-PPM 2025 UNIIB.
Masyarakat menyambut dengan baik kegiatan ini karena mendapat perhatian langsung atas kondisi kesehatannya. Para peserta juga merasa terbantu karena ada mahasiswa yang siap menjelaskan alur, menemani proses, hingga mengingatkan untuk kontrol rutin.Oleh: Farah Azhari
