“GO GREEN, GO CREATIVE!” KKN-PPM 21 SUMBERASRI UNIIB AJARKAN SISWA MI NU 2 SUMBERASRI PILAH SAMPAH DAN BERKREASI DENGAN ECOPRINT

BANYUWANGI – Semangat peduli lingkungan menggelora di ruang kelas MI NU 2 Sumberasri pada Rabu (30/07/25) pagi. Siswa kelas 4 dan 5 tampak antusias mengikuti program kerja KKN-PPM 21 Sumberasri Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Universitas Islam Ibrahimy (UNIIB) yang bertajuk “Edukasi Pilah Sampah dan Membuat Ecoprint”.

Program yang dimulai tepat pukul 09.00 WIB ini merupakan inovasi mahasiswa KKN-PPM dalam mengkombinasikan edukasi lingkungan dengan kegiatan kreatif. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman kepada siswa tentang pentingnya menjaga lingkungan sekaligus mengembangkan kreativitas mereka melalui seni ecoprint.

“Kami ingin mengajarkan anak-anak bahwa menjaga lingkungan itu mudah dan menyenangkan. Dengan memilah sampah dan membuat karya seni dari bahan alami, mereka belajar bahwa setiap orang bisa berkontribusi untuk bumi yang lebih hijau,” ungkap Titik selaku koordinator program KKN-PPM 21 Sumberasri PGMI saat membuka kegiatan.

Sesi pertama dimulai dengan edukasi tentang pemilahan sampah. Para mahasiswa menjelaskan perbedaan antara sampah organik, anorganik, dan sampah berbahaya dengan cara yang mudah dipahami. Siswa-siswa diajak untuk mengidentifikasi berbagai jenis sampah melalui permainan interaktif dan praktik langsung memilah sampah ke dalam tempat yang tepat.

“Wah, ternyata kulit pisang masuk sampah organik ya kak! Kalau botol plastik masuk anorganik,” seru salah satu siswa kelas 4 dengan penuh semangat setelah berhasil memilah sampah dengan benar.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi yang paling dinanti-nanti, yaitu membuat ecoprint pada totebag. Para siswa diajari teknik mencetak pola daun dan bunga pada totebag menggunakan bahan-bahan alami. Mereka menggunakan berbagai jenis daun seperti daun mangga, daun singkong, dan bunga-bunga kecil yang dikumpulkan dari halaman sekolah.

Proses pembuatan ecoprint dilakukan dengan cara yang aman dan mudah diikuti anak-anak. Daun dan bunga ditata di atas totebag, kemudian dibungkus dan direbus dengan air panas. Siswa-siswa terlihat takjub melihat bagaimana warna-warna alami dari daun bisa menempel pada totebag dan membentuk pola yang indah.

Kegiatan ini juga mengintegrasikan nilai-nilai Islam tentang pentingnya menjaga alam sebagai amanah Allah SWT. Para mahasiswa menjelaskan bahwa merawat lingkungan adalah bagian dari ibadah dan tanggung jawab setiap muslim sebagai khalifah di bumi.

Kepala Madrasah MI NU 2 Sumberasri memberikan apresiasi yang tinggi terhadap program ini. “Kegiatan ini sangat bermanfaat karena tidak hanya mengajarkan kepedulian lingkungan, tetapi juga mengembangkan kreativitas siswa. Dengan membuat ecoprint pada totebag, anak-anak belajar bahwa barang-barang ramah lingkungan bisa dibuat dengan indah dan bermanfaat untuk digunakan sehari-hari,” jelasnya.

Para siswa terlihat sangat puas dengan hasil karya mereka. Totebag yang telah dihias dengan pola ecoprint akan mereka bawa pulang sebagai kenang-kenangan dan bukti bahwa mereka telah belajar menjadi agen perubahan untuk lingkungan yang lebih baik.

Program “Edukasi Pilah Sampah dan Membuat Ecoprint” ini diharapkan dapat menginspirasi siswa untuk terus peduli terhadap lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Mahasiswa KKN-PPM 21 Sumberasri juga berkomitmen untuk melanjutkan program serupa di sekolah-sekolah lain sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mewujudkan generasi yang cinta lingkungan.

Kegiatan ini menjadi bukti konkret bahwa pendidikan lingkungan dapat dikemas dengan cara yang menyenangkan dan berkesan, sehingga pesan-pesan penting tentang pelestarian alam dapat tertanam dengan baik dalam diri siswa-siswa muda Indonesia.

Oleh: Sinta Nuriyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke Atas