DOSEN UNIIB DAN MAHASISWA KKN-PPM 21 SUMBERASRI PGMI SOSIALISASIKAN ANTI BULLYING KEPADA SISWA KELAS 4-5 MI NU 1 SUMBERASRI

BANYUWANGI – Atmosfer serius namun penuh perhatian menyelimuti ruang kelas MI NU 1 Sumberasri pada Kamis (31/07/25) pagi. Siswa kelas 4 dan 5 mengikuti dengan saksama sosialisasi anti bullying yang diselenggarakan oleh mahasiswa KKN-PPM 21 Sumberasri Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Universitas Islam Ibrahimy (UNIIB) dengan menghadirkan narasumber Ibu Meliantina, M.Pd, dosen UNIIB.

Kegiatan yang dimulai tepat pukul 08.00 WIB ini merupakan program kerja mahasiswa KKN-PPM 21 Sumberasri PGMI yang bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam tentang bahaya bullying dan cara mengatasinya. Program ini dirancang khusus untuk siswa kelas tinggi yang dinilai sudah mulai memahami konsep interaksi sosial yang lebih kompleks.

“Bullying adalah masalah serius yang harus kita atasi bersama. Anak-anak perlu memahami bahwa setiap tindakan yang menyakiti orang lain, baik secara fisik maupun verbal, adalah tidak benar dan bertentangan dengan nilai-nilai Islam yang mengajarkan kasih sayang,” tegas Ibu Meliantina, M.Pd saat memberikan materi kepada para siswa.

Sosialisasi ini dikemas dengan metode yang interaktif dan mudah dipahami oleh siswa. Ibu Meliantina menggunakan berbagai contoh kasus, cerita pendek, dan simulasi situasi untuk menjelaskan berbagai bentuk bullying, mulai dari bullying fisik, verbal, hingga cyberbullying yang mulai marak di era digital.

Para siswa terlihat antusias mengikuti setiap sesi. Mereka aktif bertanya dan menceritakan pengalaman mereka terkait dengan perilaku yang tidak menyenangkan yang pernah mereka alami atau saksikan. Suasana diskusi yang terbuka memungkinkan siswa untuk lebih memahami dampak negatif dari perilaku bullying.

“Saya jadi tahu kalau mengejek teman itu tidak boleh ya Bu. Nanti temannya sedih dan tidak mau sekolah,” ungkap salah satu siswa kelas 4 setelah mengikuti sesi tanya jawab.

Dalam paparannya, Ibu Meliantina juga menekankan pentingnya peran bystander atau saksi dalam mencegah bullying. “Kalian semua adalah pahlawan kecil yang bisa membantu teman yang sedang dibully. Jangan diam saja, tapi lapor kepada guru atau orang dewasa yang bisa membantu,” jelasnya kepada para siswa.

Program ini juga mengajarkan siswa tentang empati dan toleransi. Melalui berbagai aktivitas role playing, siswa diajak untuk merasakan bagaimana rasanya menjadi korban bullying dan bagaimana mereka bisa menjadi teman yang baik bagi orang lain.

Kepala Madrasah MI NU 1 Sumberasri memberikan apresiasi tinggi terhadap program ini. “Sosialisasi anti bullying sangat penting untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Kami berharap setelah kegiatan ini, siswa-siswa dapat lebih peduli terhadap sesama dan menciptakan persahabatan yang sehat,” ujarnya.

Mahasiswa KKN PGMI juga menyiapkan berbagai materi pendukung berupa poster, leaflet, dan komitmen bersama untuk menciptakan sekolah bebas bullying. Siswa-siswa diajak untuk menandatangani komitmen tersebut sebagai bentuk keseriusan mereka dalam memerangi bullying.

Program sosialisasi anti bullying ini merupakan bagian dari upaya komprehensif mahasiswa KKN-PPM 21 Sumberasri PGMI dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang positif dan mendukung perkembangan karakter siswa. Diharapkan melalui program ini, budaya saling menghormati dan menghargai dapat tertanam kuat di lingkungan MI NU 1 Sumberasri.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Universitas Islam Ibrahimy dalam berkontribusi terhadap pembangunan karakter generasi muda melalui program pengabdian masyarakat yang berkelanjutan dan berdampak positif bagi perkembangan pendidikan di Sumberasri.

Oleh: Sinta Nuriyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke Atas