KKN-PPM 21 SUMBERASRI BERKOLABORASI DENGAN SATGAS PPKS UNIIB GELAR SEMINAR “MENGENALI BENTUK-BENTUK KEKERASAN SEKSUAL DAN MEMBANGUN LINGKUNGAN AMAN DI SEKOLAH”

BANYUWANGI – Kesadaran akan pentingnya perlindungan anak dari kekerasan seksual menjadi fokus utama dalam seminar edukasi preventif yang merupakan program kerja besar KKN-PPM 21 Sumberasri Universitas Islam Ibrahimy (UNIIB) berkolaborasi dengan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) UNIIB pada Jumat (01/08/25) pukul 07.30 WIB. Seminar bertajuk “Mengenali Bentuk-Bentuk Kekerasan Seksual dan Membangun Lingkungan Aman di Sekolah” ini menghadirkan dua narasumber ahli yaitu Fitriatul Masruroh, M.Psi., Psikolog dan Al Muftiyah, M.Pd.

Kegiatan yang berlangsung dengan suasana serius namun edukatif ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam kepada siswa kelas 6 MI NU 1 Sumberasri dan siswa kelas 7 MTs NU Purwoharjo tentang berbagai bentuk kekerasan seksual yang mungkin terjadi serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman.

“Kekerasan seksual pada anak adalah isu yang sangat serius dan membutuhkan perhatian kita semua. Kalian sebagai remaja yang sedang menginjak usia pubertas perlu memahami dan mengenali berbagai bentuk kekerasan seksual agar dapat melindungi diri sendiri dan teman-teman,” tegas Fitriatul Masruroh, M.Psi., Psikolog dalam pemaparannya kepada para siswa.

Narasumber pertama memberikan penjelasan komprehensif mengenai berbagai bentuk kekerasan seksual dengan bahasa yang mudah dipahami oleh siswa, mulai dari kekerasan fisik, verbal, hingga psikologis. Beliau juga menjelaskan tanda-tanda yang perlu diwaspadai dan pentingnya untuk segera melaporkan kepada orang dewasa yang dipercaya jika mengalami atau menyaksikan kejadian yang tidak pantas.

“Kalian harus tahu bahwa tubuh kalian adalah milik kalian sendiri. Tidak ada orang lain yang boleh menyentuh atau melakukan hal-hal yang membuat kalian tidak nyaman, bahkan jika orang itu adalah orang yang kalian kenal. Jangan pernah takut untuk bercerita kepada guru atau orang tua jika ada yang melakukan hal yang tidak pantas,” lanjut psikolog yang juga merupakan anggota Satgas PPKS UNIIB ini.

Al Muftiyah, M.Pd sebagai narasumber kedua fokus membahas strategi membangun lingkungan sekolah yang aman dan protektif bagi siswa. Beliau menekankan pentingnya peran seluruh komponen sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, staf, hingga siswa dalam menciptakan budaya sekolah yang bebas dari kekerasan seksual.

“Sekolah harus menjadi tempat yang aman bagi setiap anak. Ini membutuhkan komitmen bersama untuk menciptakan sistem yang mendukung pelaporan, penanganan, dan pencegahan kekerasan seksual. Kita perlu membangun komunikasi yang terbuka dengan siswa agar mereka merasa nyaman untuk bercerita jika mengalami sesuatu yang tidak menyenangkan,” ungkap Al Muftiyah, M.Pd.

Para siswa kelas 6 MI NU 1 Sumberasri dan kelas 7 MTs NU Purwoharjo terlihat antusias mengikuti setiap sesi. Banyak pertanyaan diajukan terkait cara melindungi diri dari orang-orang yang berniat jahat dan langkah-langkah yang harus diambil jika menemui situasi yang mencurigakan.

Seminar ini juga memberikan edukasi tentang pentingnya memahami perubahan tubuh dan batasan personal yang sesuai dengan usia remaja. Kedua narasumber menekankan bahwa memberikan pemahaman yang tepat tentang hak-hak pribadi adalah langkah preventif yang sangat penting dalam melindungi diri dari kekerasan seksual.

“Pendidikan seksualitas bukan hal yang tabu, tetapi merupakan kebutuhan untuk melindungi anak-anak kita. Dengan memberikan pemahaman yang benar sesuai dengan tahap perkembangan mereka, kita membekali anak dengan kemampuan untuk melindungi diri sendiri,” jelas Fitriatul Masruroh.

Kolaborasi antara KKN-PPM 21 Sumberasri dengan Satgas PPKS UNIIB dalam menyelenggarakan program kerja besar ini mendapat apresiasi tinggi dari peserta. Program ini dinilai sebagai Langkah proaktif dalam membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya perlindungan anak dari kekerasan seksual.

Seminar ditutup dengan komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi siswa di sekolah. Para siswa juga diberikan kartu kontak darurat dan panduan praktis yang dapat digunakan sebagai referensi dalam menghadapi situasi berbahaya atau tidak menyenangkan.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Universitas Islam Ibrahimy dalam berkontribusi terhadap perlindungan anak dan pencegahan kekerasan seksual melalui program pengabdian masyarakat yang berkelanjutan dan berdampak positif bagi keselamatan generasi muda Indonesia.

Oleh: Sinta Nuriyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke Atas