PROKER KLASTER EKONOMI SYARIAH: LATIH SISWA MTS NU PURWOHARJO BERWIRAUSAHA DENGAN MERONCE AKSESORIS
BANYUWANGI – Semangat kewirausahaan dan kreativitas memenuhi ruang kelas 8 MTs NU Purwoharjo pada Senin (04/08/25) pagi. Siswa-siswa tampak antusias mengikuti program kerja mahasiswa KKN-PPM 21 Sumberasri Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Islam Ibrahimy (UNIIB) yang bertajuk “Generasi Cerdas Berwirausaha Kreatif” dengan fokus pembelajaran meronce kalung, gelang, dan cincin.
Program yang dimulai tepat pukul 08.00 WIB ini merupakan inovasi mahasiswa Ekonomi Syariah dalam memperkenalkan konsep kewirausahaan berbasis syariah kepada siswa remaja. Kegiatan ini dirancang untuk mengembangkan jiwa entrepreneurship sekaligus keterampilan kreatif yang dapat menjadi bekal mereka di masa depan.
“Kami ingin menanamkan semangat berwirausaha yang halal dan berkah kepada adik-adik. Melalui kegiatan meronce aksesoris, mereka belajar bahwa wirausaha bisa dimulai dari hal-hal sederhana dengan modal yang terjangkau,” ungkap Silvi selaku koordinator program KKN-PPM Ekonomi Syariah saat membuka kegiatan.
Kegiatan dimulai dengan edukasi singkat tentang prinsip-prinsip wirausaha dalam Islam. Para mahasiswa menjelaskan pentingnya kejujuran, amanah, dan keberkahan dalam berbisnis sesuai ajaran agama Islam. Siswa-siswa diajarkan bahwa berwirausaha bukan hanya mencari keuntungan, tetapi juga harus memberikan manfaat bagi orang lain.
Setelah sesi edukasi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung meronce berbagai aksesoris. Para siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dan diberikan bahan-bahan seperti manik-manik berwarna-warni, benang nilon, dan berbagai pernak-pernik untuk membuat kalung, gelang, dan cincin.
“Wah, ternyata bikin kalung itu gampang ya kak! Kalau dijual bisa dapat uang jajan nih,” ucap salah satu siswa dengan penuh semangat sambil merangkai manik-manik menjadi kalung yang cantik.
Para mahasiswa dengan sabar membimbing setiap siswa dalam teknik meronce yang benar. Mereka mengajarkan cara memilih kombinasi warna yang menarik, teknik simpul yang kuat, dan finishing yang rapi agar hasil karya terlihat profesional dan layak jual.
Antusiasme siswa terlihat sangat tinggi ketika mereka mulai melihat hasil karya mereka terbentuk. Kalung-kalung berwarna-warni, gelang dengan motif unik, dan cincin sederhana namun cantik berhasil mereka buat dengan tangan sendiri. Rasa bangga dan percaya diri terpancar dari wajah setiap siswa.
“Subhanallah, ternyata dengan modal yang sedikit kita bisa membuat sesuatu yang bermanfaat dan bernilai jual. Ini mengajarkan kita bahwa rezeki Allah itu luas, asalkan kita mau berusaha dan kreatif,” ungkap salah satu siswa kelas 8 setelah menyelesaikan gelangnya.
Program ini juga mengintegrasikan pembelajaran tentang perhitungan modal, harga pokok produksi, dan penetapan harga jual yang adil sesuai prinsip syariah. Siswa diajarkan cara menghitung biaya bahan baku, tenaga kerja, dan keuntungan yang wajar tanpa merugikan konsumen.
Kepala MTs NU Purwoharjo memberikan apresiasi tinggi terhadap program ini. “Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat untuk membekali siswa dengan keterampilan praktis dan jiwa wirausaha. Di era modern ini, anak-anak perlu dilatih untuk mandiri dan kreatif dalam mencari rezeki yang halal,” jelasnya.
Para siswa juga diajarkan tentang pentingnya marketing dan pelayanan yang baik dalam berwirausaha. Mereka diberi tips sederhana tentang cara mempromosikan produk, memberikan pelayanan yang ramah, dan membangun kepercayaan pelanggan sesuai dengan akhlak Islam. Di akhir kegiatan, setiap siswa berkomitmen untuk mencoba mempraktikkan keterampilan yang telah dipelajari di rumah. Beberapa siswa bahkan sudah merencanakan untuk menjual hasil karya mereka kepada teman-teman dan keluarga sebagai langkah awal berwirausaha.

Program “Generasi Cerdas Berwirausaha Kreatif” ini diharapkan dapat menginspirasi siswa untuk lebih kreatif dan mandiri dalam menghadapi tantangan ekonomi di masa depan. Mahasiswa KKN-PPM 21 Sumberasri Ekonomi Syariah berkomitmen untuk memberikan pendampingan lanjutan bagi siswa yang serius ingin mengembangkan usaha meronce aksesoris.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kewirausahaan dapat diajarkan sejak dini dengan cara yang menyenangkan dan sesuai dengan nilai-nilai Islam, sehingga melahirkan generasi muda yang kreatif, mandiri, dan berakhlak mulia dalam berbisnis.
Oleh: Sinta Nuriyah
