PROKER KLASTER PIAUD MAHASISWA KKN-PPM DESA SUMBERASRI: SENAM PAGI DAN EKSPLORASI WARNA-WARNI BUNGA
BANYUWANGI – Keceriaan dan tawa riang memenuhi halaman RA Khadijah 15 pada Sabtu (02/08/25) pagi. Puluhan anak didik tampak sangat antusias mengikuti program kerja mahasiswa KKN-PPM 21 Sumberasri Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Universitas Islam Ibrahimy (UNIIB) yang menggabungkan senam pagi dengan pembelajaran edukatif berbasis lingkungan.
Program yang dimulai tepat pukul 08.00 WIB ini merupakan inovasi kreatif mahasiswa PIAUD dalam menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna bagi anak usia dini. Konsep pembelajaran outdoor dipilih untuk memberikan pengalaman langsung kepada anak-anak dalam mengenal alam sekitar sambil mengembangkan kemampuan motorik mereka.
“Kami ingin menciptakan pembelajaran yang tidak monoton di dalam kelas. Melalui kegiatan outdoor, anak-anak bisa belajar langsung dari alam sambil tetap bermain dan bergerak aktif,” ungkap Arin selaku koordinator program KKN-PPM PIAUD saat membuka kegiatan.
Kegiatan dimulai dengan senam pagi yang dipandu oleh mahasiswa dengan gerakan-gerakan sederhana yang mudah diikuti anak-anak. Lagu-lagu ceria mengiringi setiap gerakan, membuat anak-anak semakin bersemangat untuk berpartisipasi. Senam pagi ini tidak hanya melatih motorik kasar anak, tetapi juga membangun kebersamaan dan keceriaan di pagi hari.

Setelah senam, kegiatan dilanjutkan dengan pembelajaran edukatif berbasis lingkungan. Anak-anak diajak berkeliling diluar sekolah untuk mengamati berbagai jenis bunga dan tanaman. Mereka belajar mengenali warna-warna bunga, bentuk daun, dan tekstur tanaman dengan cara yang menyenangkan.
“Wah, bunganya merah seperti strawberry!” seru salah satu anak sambil menunjuk bunga mawar merah di taman sekolah. “Yang ini kuning seperti matahari ya kak!” tambah anak lainnya dengan penuh antusiasme.
Para mahasiswa dengan sabar mengajak anak-anak untuk menyentuh, mencium aroma, dan mengamati detail dari setiap bunga dan tanaman yang mereka temui. Metode pembelajaran hands-on ini terbukti sangat efektif dalam meningkatkan rasa ingin tahu dan kemampuan observasi anak-anak.
Puncak kegiatan adalah aktivitas mewarnai pot bunga dari kardus yang telah dipersiapkan sebelumnya. Setiap anak mendapat satu pot kardus yang sudah dilubangi, kemudian mereka bebas mewarnai sesuai kreativitas masing-masing. Setelah selesai mewarnai, pot-pot tersebut diisi dengan tangkai bunga artifisial berwarna-warni.

“Aku mau bikin pot warna pink dengan bunga kuning, biar cantik seperti princess!” ucap salah satu anak perempuan sambil asyik mewarnai potnya dengan crayon. Kegiatan mewarnai ini tidak hanya mengembangkan kreativitas dan motorik halus anak, tetapi juga mengajarkan mereka tentang konsep warna, bentuk, dan keindahan alam. Setiap anak terlihat sangat bangga dengan hasil karya mereka dan tidak sabar untuk membawanya pulang.
Kepala RA Khadijah 15 memberikan apresiasi tinggi terhadap program ini. “Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat untuk perkembangan anak. Mereka belajar sambil bermain, bergerak aktif, dan berinteraksi langsung dengan alam. Ini sesuai dengan konsep pembelajaran anak usia dini yang harus menyenangkan dan bermakna,” jelasnya.
Para orang tua yang mengantar anaknya juga turut antusias melihat kegembiraan anak-anak. Mereka mengapresiasi kreativitas mahasiswa dalam merancang kegiatan yang edukatif namun tetap menyenangkan untuk anak usia dini.
Program “Senam Pagi dan Pembelajaran Edukatif Berbasis Lingkungan” ini mencerminkan pemahaman yang baik tentang karakteristik pembelajaran anak usia dini yang membutuhkan aktivitas fisik, eksplorasi langsung, dan kreativitas. Diharapkan program ini dapat menginspirasi pendidik lain untuk lebih banyak menggunakan lingkungan alam sebagai media pembelajaran.
Mahasiswa KKN-PPM 21 Sumberasri PIAUD berkomitmen untuk melanjutkan program serupa dengan variasi kegiatan yang lebih beragam. Melalui program ini, diharapkan anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang cinta alam, kreatif, dan memiliki kemampuan motorik yang baik.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa pembelajaran anak usia dini dapat dikemas dengan cara yang inovatif dan menyenangkan, sehingga proses belajar mengajar menjadi lebih efektif dan berkesan bagi anak-anak.
Oleh: Sinta Nuriyah
