MAHASISWA BERSAMA PKK DESA TEGALDLIMO WUJUDKAN RUANG HIJAU PRODUKTIF MELALUI PROGRAM “GREEN CORNER TOGA”
BANYUWANGI – Tegaldlimo, 14 Agustus 2025 – Semangat kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat kembali terwujud melalui program kerja bertajuk “Green Corner TOGA” yang dilaksanakan di Desa Tegaldlimo, Kamis (14/8). Program ini hadir sebagai bagian dari upaya nyata menciptakan ruang hijau yang produktif, ramah lingkungan, sekaligus memberikan manfaat langsung bagi warga.
Bertempat di lahan kosong sekitar Kantor Desa, mahasiswa bersama ibu-ibu PKK dengan penuh antusias menanam berbagai jenis sayuran serta Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Tanaman-tanaman tersebut dipilih karena mudah dibudidayakan, memiliki nilai gizi, serta berkhasiat bagi kesehatan. Di sela kegiatan, suasana penuh kebersamaan tampak dari tawa dan semangat gotong royong antara mahasiswa dan masyarakat desa yang bahu-membahu mempersiapkan lahan, menata bibit, hingga melakukan penanaman.
Ketua pelaksana kegiatan menjelaskan bahwa Green Corner TOGA tidak hanya dimaksudkan sebagai program penghijauan, tetapi juga sebagai bentuk edukasi. “Kami ingin memberikan contoh nyata bagaimana pekarangan atau lahan kosong dapat dimanfaatkan secara optimal. Dengan menanam sayuran dan tanaman obat, masyarakat tidak hanya memperoleh sumber pangan tambahan, tetapi juga solusi kesehatan alami yang lebih terjangkau,” ujarnya.
Partisipasi aktif ibu-ibu PKK menjadi kunci keberhasilan kegiatan ini. Mereka tidak hanya terlibat dalam penanaman, tetapi juga menyampaikan pengalaman dan pengetahuan lokal terkait perawatan tanaman herbal yang selama ini sudah mereka manfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Kolaborasi lintas generasi ini menambah nilai positif, di mana mahasiswa dapat belajar dari kearifan lokal masyarakat, sekaligus menghadirkan inovasi dalam pemanfaatan ruang hijau.
Kepala Desa Tegaldlimo turut mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran Green Corner TOGA akan memberi dampak jangka panjang. “Kawasan ini nantinya tidak hanya berfungsi sebagai taman hijau, tetapi juga sebagai pusat pembelajaran masyarakat. Anak-anak muda bisa belajar tentang pertanian sederhana, sementara keluarga dapat memanfaatkannya untuk kebutuhan pangan dan kesehatan. Program ini sejalan dengan visi desa dalam membangun lingkungan yang sehat, mandiri, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang mampu berkolaborasi langsung dengan masyarakat. Melalui pendekatan yang sederhana namun berdampak luas, Green Corner TOGA diharapkan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk mengembangkan program serupa. Dengan demikian, pemanfaatan lahan tidak hanya berorientasi pada estetika, tetapi juga pada kebermanfaatan nyata bagi kehidupan sehari-hari.
Ke depan, mahasiswa bersama warga berencana memperluas kawasan Green Corner dengan menambah variasi tanaman serta mengintegrasikan sistem pengelolaan ramah lingkungan, seperti penggunaan pupuk organik dan metode pengairan hemat air. Harapannya, program ini dapat terus berlanjut meskipun mahasiswa telah menyelesaikan masa pengabdian, sehingga masyarakat Desa Tegaldlimo memiliki ruang hijau produktif yang berkelanjutan dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
