MAHASISWA PRODI EKONOMI SYARIAH KKN-PPM 19 KARETAN MENGADAKAN WORKSHOP “CERDAS MEMILIH PINJAMAN” DI BALAI DESA KARETAN

BANYUWANGI – Menuju Finansial Berkah di Balai Desa Karetan, Balai Desa Karetan pada hari Selasa, 12 Agustus 2025, dipenuhi antusiasme warga. Bukan untuk acara hiburan, melainkan untuk sebuah edukasi yang sangat penting: seminar “Cerdas Memilih Pinjaman.” Acara yang digagas oleh mahasiswa KKN 19 Karetan ini berhasil menarik perhatian banyak pihak, tak lain karena topik yang disajikan sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, serta kehadiran seorang narasumber yang mumpuni, Dr. Habibullah, SE.Sy., M.E.

Sejak pukul 09.00 pagi, para peserta sudah memadati kursi-kursi yang disediakan. Suasana khidmat terasa begitu Dr. Habibullah memulai paparannya. Beliau tidak hanya sekadar menjelaskan definisi pinjaman, melainkan juga membongkar lapisan-lapisan risiko yang tersembunyi di baliknya. Inti dari materinya sangat jelas dan lugas: pentingnya memahami bahaya meminjam pada bank atau koperasi non-syariah, yang sering kali menggunakan sistem bunga atau riba.

“Bunga itu ibarat penyakit yang menggerogoti,” demikian salah satu analogi yang disampaikan Dr. Habibullah. Beliau menjelaskan bagaimana riba, dalam pandangan ekonomi syariah, adalah praktik yang tidak adil dan haram. Bunga yang awalnya terasa kecil, bisa menumpuk dan menjerat peminjam ke dalam lingkaran utang yang tak berujung. Melalui studi kasus dan contoh nyata, Dr. Habibullah berhasil membuka mata para peserta tentang bagaimana sistem non-syariah sering kali hanya menguntungkan satu pihak, sementara pihak peminjam menanggung seluruh beban dan resiko.

Seminar ini tidak hanya berhenti pada peringatan, tetapi juga menawarkan solusi. Dr. Habibullah menekankan pentingnya memilih lembaga keuangan syariah yang beroperasi dengan prinsip bagi hasil, bukan bunga. Beliau menjelaskan bahwa dalam sistem syariah, risiko dan keuntungan ditanggung bersama, sehingga menciptakan hubungan yang lebih adil dan transparan. Seiring berjalannya waktu, diskusi menjadi sangat hidup.

Peserta tidak ragu bertanya tentang produk-produk pinjaman yang mereka kenal dan meminta pandangan dari sudut pandang syariah. Hingga acara selesai, suasana tetap penuh semangat. Kesan yang tertinggal dari seminar ini sangat kuat. Lebih dari sekadar edukasi finansial, ini adalah ajakan untuk bertransaksi dengan cara yang lebih etis dan berkah. Mahasiswa KKN 19 Karetan telah menorehkan jejak nyata di Balai Desa Karetan, membekali masyarakat dengan pemahaman yang tidak hanya membuat mereka “cerdas,” tetapi juga bijak dalam menavigasi setiap keputusan finansial mereka di masa depan.

Oleh : Raya Rizki Aldi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke Atas