MAHASISWA KKN UIIB LAKSANAKAN PROGRAM “BRANDING GERABAH TANGGUH” DI PAGUYUBAN GERABAH LEMPUNG PURWO, TEGALDLIMO
Banyuwangi, 19 Agustus 2025 – Kelompok 6 Kuliah Kerja Nyata Pengabdian Pada Masyarakat (KKN PPM) Universitas Islam Ibrahimy (UIIB) melaksanakan program kerja unggulan bertajuk “Branding Gerabah Tangguh” di Paguyuban Gerabah Lempung Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi. Program ini menjadi langkah strategis mahasiswa dalam membantu memperkuat identitas produk gerabah lokal melalui pendekatan branding yang terintegrasi.
Kegiatan ini berfokus pada pembuatan logo resmi yang merepresentasikan nilai tradisi dan kualitas, desain banner identitas untuk memperkenalkan produk ke masyarakat luas, serta stempel produk sebagai tanda keaslian. Selain itu, mahasiswa juga mendampingi pengrajin dalam mengoptimalkan pemasaran digital melalui Google My Business, sehingga produk gerabah dapat lebih mudah ditemukan di mesin pencarian dan memiliki jangkauan pasar yang lebih luas.
Paguyuban Gerabah Lempung Purwo sendiri merupakan salah satu sentra kerajinan tradisional yang masih bertahan di Banyuwangi. Para pengrajin di sini mewarisi keterampilan membuat gerabah dari generasi ke generasi, menjadikannya bagian penting dari warisan budaya daerah. Namun, di tengah perkembangan zaman, pemasaran produk masih dilakukan secara sederhana sehingga membutuhkan sentuhan inovasi untuk dapat bersaing.
“Melalui kegiatan ini, kami berupaya memperkenalkan potensi lokal sekaligus meningkatkan nilai jual produk gerabah agar semakin dikenal luas, tidak hanya di Banyuwangi tetapi juga di pasar yang lebih besar,” ungkap salah satu anggota Kelompok 6 KKN PPM UIIB.
Ketua Paguyuban Gerabah Lempung Purwo turut menyampaikan apresiasinya terhadap program tersebut. Menurutnya, branding merupakan langkah penting agar produk gerabah memiliki identitas yang jelas. “Selama ini kami menjual produk secara langsung tanpa penanda khusus. Dengan adanya logo, stempel, dan promosi digital, kami merasa terbantu dan yakin produk kami akan lebih mudah dikenali,” ujarnya.
Selain fokus pada branding, mahasiswa juga terlibat langsung dalam proses pembuatan gerabah, mulai dari pemilihan tanah liat, pembentukan, hingga pembakaran. Interaksi ini memperkaya pengalaman mahasiswa sekaligus memperkuat hubungan emosional antara akademisi dan masyarakat.
Program “Branding Gerabah Tangguh” tidak hanya mendukung pelestarian kerajinan tradisional, tetapi juga membuka peluang baru bagi pengembangan industri kreatif berbasis lokal. Harapannya, kegiatan ini dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi pengrajin dan menjadi kontribusi nyata mahasiswa UIIB dalam mengembangkan potensi ekonomi masyarakat Banyuwangi.
