BANGUN KESADARAN BAHAYA PERGAULAN BEBAS DAN NARKOBA PADA REMAJA, MAHASISWA KKN-PPM UNIIB SOSIALISASI DI DESA TEGALDLIMO

BANYUWANGI – Selasa (5/8/25) Sebagai bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam membangun kesadaran sosial dan memperkuat ketahanan generasi muda, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Universitas Ibrahimy (UNIIB) Kelompok 6 mengadakan kegiatan sosialisasi bertajuk “Membangun Generasi Sehat, Generasi Hebat, Generasi Beriman Menjaga Diri dan Harga Diri Bersama Pemuda Desa Tegaldlimo.” Kegiatan ini diselenggarakan di Balai Desa Tegaldlimo, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, dan menjadi bagian dari program kerja utama yang mengusung nilai edukasi, pencegahan, dan pemberdayaan pemuda desa.

Sosialisasi ini digagas sebagai respons atas meningkatnya kekhawatiran terhadap tren pergaulan bebas dan penyalahgunaan narkoba yang kian merambah ke berbagai lapisan masyarakat, tak terkecuali kalangan remaja di pedesaan. Realita ini menunjukkan bahwa arus informasi dan pengaruh budaya luar yang tidak tersaring dengan baik telah menembus batas wilayah dan usia. Generasi muda, khususnya remaja usia sekolah, kerap kali menjadi kelompok yang rentan, baik karena faktor pencarian jati diri, tekanan pergaulan, maupun kurangnya pemahaman akan bahaya penyimpangan sosial.

Dengan mengusung pendekatan edukatif, kegiatan ini bertujuan tidak hanya memberikan pengetahuan teoritis kepada peserta, tetapi juga membangun kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga diri, membangun jaringan sosial yang sehat, serta meningkatkan keberanian untuk berkata “tidak” pada ajakan yang menyimpang. Mahasiswa KKN Kelompok 6 menyusun rangkaian acara secara matang dan komunikatif, dimulai dengan pembukaan oleh perwakilan pemerintah desa, penyampaian materi oleh narasumber kompeten, hingga sesi tanya jawab yang memungkinkan peserta aktif menyampaikan pandangan dan pertanyaan.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Dr. Ana Aniyati, M.Pd.I, yang membahas secara komprehensif isu pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, serta dampaknya terhadap masa depan generasi muda dari berbagai perspektif, termasuk pendidikan, psikologi, sosial, dan agama. Peserta mendapatkan penjelasan mendalam mengenai bentuk-bentuk pergaulan menyimpang, jenis-jenis narkoba yang sering ditemukan di masyarakat, efek buruknya terhadap fisik dan mental, serta konsekuensi hukum yang dapat menjerat pengguna maupun pengedar.

Yang menarik dari kegiatan ini adalah partisipasi aktif dari berbagai elemen masyarakat desa, termasuk perwakilan OSIS dari tiga lembaga pendidikan tingkat menengah atas di Desa Tegaldlimo: SMK Muhammadiyah 3, SMK 17 Agustus 1945, dan SMA PGRI. Selain itu, hadir pula organisasi pemuda seperti Karang Taruna, IPNU, dan Ansor, yang selama ini menjadi garda terdepan dalam kegiatan kepemudaan di desa. Kehadiran pemuda-pemudi ini memperkuat pesan bahwa upaya pencegahan dan penyadaran harus dilakukan secara inklusif dan melibatkan seluruh elemen generasi muda.

Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Desa Tegaldlimo, Bapak Gepeng Hariyanto, S.E., serta Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang memberikan dukungan moril dan pesan-pesan konstruktif terkait peran pemuda dalam menjaga keamanan dan keharmonisan desa. Kolaborasi antara unsur pemerintah, aparat, tokoh masyarakat, dan mahasiswa ini menjadi wujud sinergi yang ideal dalam upaya pembangunan sosial berbasis komunitas.

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh antusias. Para peserta tampak aktif menyimak materi, mencatat poin-poin penting, dan mengikuti sesi diskusi. Banyak di antara mereka menyampaikan keingintahuan yang tinggi terhadap isu-isu yang dibahas, serta berbagi pengalaman pribadi atau keresahan yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan semacam ini sangat dibutuhkan, sekaligus menjadi ruang aman bagi generasi muda untuk mendapatkan informasi yang valid dan pendampingan yang tepat.

Dari kegiatan ini, mahasiswa KKN PPM UNIIB berharap akan terbangun pola pikir kritis dan kesadaran diri dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. Sosialisasi ini bukan sekadar penyuluhan satu arah, tetapi menjadi bentuk dialog interaktif yang mendorong perubahan sikap dan perilaku secara sukarela dan berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan menjadi pemantik bagi tokoh-tokoh desa dan organisasi pemuda untuk terus melanjutkan gerakan edukasi dan pemberdayaan di masa depan.

Dalam refleksi akhir kegiatan, mahasiswa KKN menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu puncak dari program kerja mereka di Desa Tegaldlimo. Mereka merasa bangga dapat menjadi bagian dari proses edukasi sosial yang berdampak langsung, serta belajar banyak dari interaksi dan dinamika yang terjadi selama kegiatan berlangsung. Melalui program ini pula, mahasiswa semakin menyadari pentingnya peran mereka sebagai agen perubahan yang tidak hanya membawa ilmu dari kampus, tetapi juga harus mampu menerjemahkannya dalam bentuk pengabdian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Kegiatan ini menegaskan bahwa kolaborasi antara dunia akademik dan masyarakat tidak hanya diperlukan, tetapi sangat mendesak untuk terus dilakukan secara konsisten. Terlebih lagi, dalam menghadapi persoalan sosial yang kompleks dan dinamis seperti pergaulan bebas dan narkoba, dibutuhkan pendekatan yang menyeluruh, berkelanjutan, dan berbasis komunitas. KKN PPM UNIIB Kelompok 6 telah memberikan contoh konkret bagaimana mahasiswa dapat menjadi pelopor perubahan positif di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke Atas