Jaga Kearifan Lokal, Kelompok 3 KKN-PPM Hadiri Tradisi “Bersih Dusun” Ider Bumi di Dusun Melik

BANYUWANGI – Mahasiswa Kelompok 3 KKN-PPM Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi mendapatkan kehormatan untuk terlibat langsung dalam merawat tradisi leluhur di lokasi pengabdian mereka. Atas undangan langsung dari Kepala Dusun Melik, para mahasiswa berkesempatan mengikuti seluruh rangkaian ritual adat “Ider Bumi”, atau yang akrab dikenal warga setempat sebagai acara “Bersih Dusun”.
Tradisi tahunan yang digelar setiap menyambut malam Satu Suro ini berlangsung khidmat dengan memadukan unsur religius dan kearifan lokal. Rangkaian ritual adat ini sudah dimulai sejak kemarin pagi, Minggu (14/06/2026), hingga sore hari melalui kegiatan khataman Al-Qur’an secara maraton oleh warga.

Memasuki hari kedua yakni hari ini, Senin (15/06/2026), rangkaian acara berlanjut pada sore hari sekitar pukul 16.00 WIB. Warga Dusun Melik bersama mahasiswa KKN berkumpul untuk melaksanakan doa khotmil Qur’an yang dilanjutkan dengan tasyakuran. Suasana kebersamaan begitu terasa saat acara makan bersama ini digelar secara lesehan di sepanjang gang-gang Dusun Melik, mempererat memori kolektif dan kerukunan antarwarga.

Kepala Dusun Melik Pak Muhibullah, dalam kesempatannya, menyampaikan rasa terima kasih dan harapannya atas kehadiran para mahasiswa di tengah-tengah masyarakat.

“Kami sengaja mengundang adik-adik KKN agar mereka bisa melihat dan merasakan langsung bagaimana warga Dusun Melik merawat kebersamaan. Bersih Dusun dan Ider Bumi setiap malam Satu Suro ini adalah simbol doa agar kita dijauhkan dari marabahaya sekaligus wujud syukur. Kehadiran mahasiswa tentu membawa energi positif bagi desa kami,” ujarnya.

Puncak dari ritual Bersih Dusun ini terjadi selepas ibadah salat Maghrib. Seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat, perangkat dusun, hingga mahasiswa Kelompok 3 KKN Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi, turun ke jalan untuk melakukan ritual Ider Bumi. Sambil membawa obor (oncor-oncoran), rombongan berjalan kaki mengelilingi wilayah dusun di bawah temaram cahaya api yang sakral.
Keterlibatan dalam tradisi unik ini memberikan kesan mendalam bagi para mahasiswa. Perwakilan dari Kelompok 3 KKN Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi mengungkapkan rasa syukur dan kekagumannya atas kehangatan warga.

“Ini adalah pengalaman yang luar biasa bagi kami. Kami sangat berterima kasih kepada Pak Kadus atas undangannya yang begitu hangat. Mengikuti rangkaian acara dari khataman, makan bareng di gang, sampai keliling membawa oncor membuat kami belajar banyak tentang arti gotong royong dan pentingnya menjaga warisan budaya,” ungkap Thoriq selaku perwakilan mahasiswa KKN tersebut.

Melalui kegiatan ini, kehadiran mahasiswa KKN Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi tidak hanya menjadi bentuk penghormatan terhadap adat istiadat setempat, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi dan membumikan nilai-nilai pengabdian masyarakat yang sesungguhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke Atas