KELAS KREATIF DI MI NU 2 GRAJAGAN: SAMPAH ANORGANIK BERUBAH MENJADI BERAGAM KERAJINAN

BANYUWANGI – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata KKN-PPM Kelompok 18 Desa Grajagan Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi kembali melaksanakan program kerja kreatif pada prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), kali ini bersama siswa kelas 4 MI NU 2 Grajagan, Selasa (05/08/2025). Kegiatan ini mengajak siswa memanfaatkan sampah anorganik menjadi berbagai karya unik dan bermanfaat, sebagai bentuk edukasi lingkungan sekaligus pengembangan kreativitas anak.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kepedulian mahasiswa KKN terhadap masalah sampah di lingkungan sekitar, terutama sampah anorganik yang sering terbuang tanpa dimanfaatkan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa ingin berbagi inspirasi kepada anak-anak tentang cara sederhana mengelola sampah, sekaligus menumbuhkan kreativitas dan rasa bangga terhadap hasil karya sendiri.

Acara dimulai dengan pengenalan singkat tentang jenis-jenis sampah anorganik yang dapat dimanfaatkan kembali, seperti botol plastik, kardus, dan kemasan bekas lainnya. Mahasiswa menjelaskan bahwa sampah yang biasanya dianggap tidak berguna, ternyata bisa diolah menjadi barang yang memiliki nilai fungsi dan estetika. Penjelasan ini dikemas dengan bahasa sederhana dan contoh nyata agar mudah dipahami siswa.

Setelah sesi pengenalan, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung. Mahasiswa membimbing siswa membuat berbagai karya dari sampah anorganik yang sudah disiapkan sebelumnya. Suasana kelas pun menjadi ramai dan penuh semangat. Anak-anak terlihat antusias, saling membantu, dan berkreasi sesuai dengan imajinasi mereka. Berbagai hasil karya lahir dari tangan-tangan kecil itu, mulai dari wadah sederhana, hiasan unik, hingga peralatan fungsional untuk keperluan sehari-hari.

Guru MI NU 2 Grajagan memberikan apresiasi tinggi atas kegiatan ini. “Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat karena mengajarkan anak-anak untuk tidak hanya membuang sampah, tetapi juga berpikir kreatif bagaimana memanfaatkannya kembali. Mereka terlihat sangat senang dan bangga dengan hasil karya yang mereka buat,” ujar salah satu guru pendamping.

Selain menghasilkan karya yang bermanfaat, kegiatan ini juga menanamkan nilai penting kepada siswa: bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab orang dewasa, tetapi bisa dimulai sejak dini dengan langkah sederhana. Mahasiswa KKN berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak untuk terus peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan di sekitar mereka.

Melalui kolaborasi ini, mahasiswa KKN Kelompok 18 dan pihak sekolah berhasil menciptakan suasana belajar yang kreatif, menyenangkan, sekaligus bermakna. Kegiatan ini menjadi salah satu contoh nyata bagaimana pengelolaan sampah dapat dikemas menjadi pembelajaran yang menyenangkan dan berdampak positif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke Atas