MAHASISWA KKN-PPM DESA SUMBERASRI IKUTI RITUAL PETIK LAUT DAN SELAMETAN DI MANGROVE BEDUL

BANYUWANGI – Kawasan Mangrove Bedul, Sumberasri, menjadi saksi perpaduan unik antara tradisi dan konservasi pada Jumat pagi (18/7/25) pukul 09.00 WIB. Ritual Petik Laut yang telah menjadi kearifan lokal turun-temurun ini digelar dengan khidmat, dilengkapi dengan selametan sebagai bagian tak terpisahkan dari prosesi tradisional, menghadirkan berbagai kalangan dalam satu momen penuh makna.

Acara yang dipimpin oleh Kepala Adat ini tidak hanya dihadiri masyarakat setempat, namun juga menarik perhatian Kepala Desa Sumberasri, Menteri Kehutanan, serta para mahasiswa KKN-PPM 21 Sumberasri Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi. Kehadiran beragam stakeholder ini menunjukkan pentingnya pelestarian ekosistem mangrove bagi kehidupan pesisir.
Para peserta KKN-PPM 21 Sumberasri tampak antusias berpartisipasi dalam prosesi tradisional yang sarat makna spiritual dan ekologis, termasuk mengikuti selametan yang digelar sebagai bagian dari ritual. Mereka tidak hanya turut serta dalam ritual, tetapi juga merasakan langsung bagaimana masyarakat lokal secara bijak menjaga keseimbangan antara pemanfaatan dan pelestarian alam.

“Pengalaman ini memberikan perspektif baru tentang bagaimana tradisi bisa menjadi kekuatan pelestarian lingkungan,” ungkap Rendy Ian sebagai ketua KKN-PPM 21 Sumberasri.

Mangrove Bedul yang berfungsi sebagai pelindung pantai sekaligus habitat berbagai spesies ini telah terjaga dengan baik berkat kesadaran tinggi masyarakat. Menteri Kehutanan dalam sambutannya mengapresiasi komitmen warga Sumberasri dan menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan dalam upaya konservasi.

Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Kepala Adat, kemudian dilanjutkan dengan makan bersama dalam suasana kekeluargaan. Para peserta KKN-PPM 21 Sumberasri berkomitmen mengintegrasikan pengalaman berharga ini ke dalam program pemberdayaan masyarakat selama periode KKN.

Ritual Petik Laut di Mangrove Bedul membuktikan bahwa tradisi dan konservasi dapat berjalan selaras, menciptakan model pelestarian yang dapat menginspirasi daerah lain.

Oleh: Sinta Nuriyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke Atas