PELAKSANAAN PROGRAM KERJA PENINGKATAN LITERASI DENGAN STUDY GROUP MELALUI BIMBINGAN BELAJAR (BIMBEL) DI DESA KALIPAIT

BANYUWANGI – Tanggal 4 Agustus 2025 mengadakan bimbingan belajar. Suasana berbeda tampak di posko KKN siswa Universitas Islam Ibrahimy (UNIIB). Setiap habis maghrib, dengan memanfaatkan ruang posko sebagai tempat belajar alternatif, para mahasiswa secara sukarela menjadi pendamping belajar bagi siswa-siswi SD/MI. Materi yang diajarkan meliputi pelajaran umum seperti Matematika, Bahasa Indonesia, dan Ilmu Pengetahuan Alam, serta pembinaan karakter dan motivasi belajar. Posko yang biasanya menjadi tempat diskusi dan istirahat kini berubah menjadi ruang belajar penuh semangat. 

Melalui inisiatif sederhana namun bermakna, para peserta KKN membuka kelas bimbingan belajar (bimbel) untuk anak-anak di sekitar lokasi pengabdian yang terletak di dusun Purworejo. Kegiatan ini menjadi salah satu program unggulan yang bertujuan untuk membantu anak-anak di desa dalam memahami pelajaran sekolah, sekaligus meningkatkan semangat belajar mereka di luar jam pelajaran formal. Lahir dari kepedulian para mahasiswa terhadap pendidikan anak-anak desa yang seringkali mengalami keterbatasan akses belajar tambahan. Dengan bekal ilmu yang mereka miliki, para peserta KKN berbagi waktu dan pengetahuan, membimbing adik-adik dalam memahami pelajaran sekolah hingga mengerjakan tugas.

Anak-anak datang dengan penuh antusias, membawa buku dan semangat, meskipun hanya duduk beralaskan tikar atau seadanya. Tapi dari ruang sederhana inilah, harapan-harapan kecil mulai tumbuh. Kegiatan ini juga mendapat sambutan hangat dari warga sekitar, sampai senantiasa mengantar hingga menunggu anaknya yang membutuhkan tambahan belajar. Bagi para mahasiswa, ini bukan sekadar mengajar, tapi juga belajar tentang keikhlasan, tanggung jawab, dan nilai pengabdian.

Kelas bimbel ini berlangsung rutin pada hari Senin sampai Ju’mat, dengan suasana belajar yang santai namun tetap serius. Harapannya, kegiatan ini tidak hanya berakhir saat masa KKN selesai, tetapi bisa menjadi inspirasi untuk terus menghidupkan semangat belajar di desa Kalipait. “Kami ingin hadir bukan hanya sebagai tamu di desa ini, tapi sebagai teman belajar dan sahabat bagi adik-adik di sini,” ujar salah satu peserta KKN.  Kelas bimbel ini menjadi bukti bahwa pengabdian tidak harus besar dan megah. Dengan ketulusan, sebuah ruang kecil pun bisa menjadi tempat lahirnya perubahan besar.

Penulis: Nuril Maulidiyah, Putri Nabila, dan Moh Danil Fathoni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke Atas