Musyawarah Dusun Tamanrejo Bahas Persiapan Agustusan, Validasi Data Sosial, hingga Layanan Kesehatan Warga

BANYUWANGI – Mahasiswa KKN-PPM Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi Posko 15 turut mengikuti kegiatan rutin Musyawarah Dusun (Musdus) Tamanrejo yang digelar di rumah Bapak Dayat, RW 02 Dusun Tamanrejo, Desa Wringinrejo, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, Rabu (15/7/2026). Pertemuan yang dihadiri perangkat dusun, ketua RT/RW, kader PKK, pendamping sosial, serta warga setempat tersebut membahas berbagai agenda pembangunan dan pelayanan masyarakat.

Sejumlah keputusan yang disepakati antara lain pemasangan umbul-umbul menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, penyelenggaraan lomba sepak bola dangdut, tarik tambang ibu-ibu, voli gaib, serta pembentukan kegiatan lingkungan berbasis swadaya masyarakat. Untuk mendukung rangkaian perayaan Agustusan, setiap RT dan RW akan melakukan urunan sebesar Rp100.000 dengan batas akhir pengumpulan pada 15 Agustus 2026. Selain itu, warga juga menyampaikan kendala distribusi pupuk yang dinilai masih cukup sulit dijangkau oleh sebagian petani di wilayah setempat.

Dalam forum tersebut, perhatian peserta juga tertuju pada persoalan sosial dan kesejahteraan masyarakat. Warga mengungkapkan adanya dugaan ketidaktepatan sasaran penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) akibat kesalahan data, sehingga diperlukan proses verifikasi ulang terhadap kategori penerima bantuan. Pendamping sosial dari Kementerian Sosial, Eni, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan kini dilakukan secara daring dan dapat diperbarui melalui mekanisme pendataan yang berlaku.

Musyawarah juga menyoroti kondisi beberapa warga yang sedang menjalani pengobatan, di antaranya pasien cuci darah, stroke, katarak, hingga warga lanjut usia yang mengalami keterbatasan mobilitas. Di sisi lain, tim kesehatan Universitas Brawijaya yang diwakili Anita Firda menyampaikan rencana pemeriksaan kesehatan lanjutan bagi warga usia di atas 40 tahun berdasarkan data pemeriksaan tahun sebelumnya. Kegiatan tersebut akan mencakup pemeriksaan spirometri yang didampingi dokter secara gratis sebagai upaya deteksi dini penyakit pernapasan dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

Pembahasan lain yang mengemuka meliputi perkembangan sensus ekonomi yang telah berjalan selama satu bulan, informasi mengenai program Sekolah Rakyat gratis di Banyuwangi, pengurusan Identitas Kependudukan Digital (IKD) sebagai syarat administrasi tertentu, serta evaluasi pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Dalam forum disebutkan bahwa dana BUMDes sebesar Rp50 juta ditarik kembali oleh pemerintah desa karena laporan pengelolaan periode 2020–2022 dinilai belum jelas. Tokoh masyarakat yang hadir berharap seluruh hasil musyawarah dapat ditindaklanjuti secara bersama-sama demi kemajuan Dusun Tamanrejo.

“Data bantuan sosial harus terus diperbaiki agar tepat sasaran, sementara kegiatan kemasyarakatan dan pelayanan kesehatan perlu mendapat dukungan semua pihak agar manfaatnya benar-benar dirasakan warga,” ujar salah satu peserta musyawarah.

Melalui forum rutin ini, masyarakat Dusun Tamanrejo menunjukkan komitmennya untuk memperkuat gotong royong, meningkatkan kualitas pelayanan publik, dan mendorong pembangunan desa yang lebih partisipatif.

Pewarta: Akbar Maulana I.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke Atas