Sapa Warga, Mahasiswa KKN-PPM UNIIB Rumuskan Langkah Digitalisasi UMKM Bibit Cabai di Plampangrejo
BANYUWANGI – Mengawali langkah pengabdian di tengah masyarakat, Kelompok 13 Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Islam Ibrahimy (UNIIB) Banyuwangi resmi memulai kegiatan mereka di Desa Plampangrejo. Pada Kamis, 16 Juli 2026, sejak pukul 08.30 hingga 09.35 WIB, para mahasiswa bergerak aktif menjalin silaturahmi dengan warga di sekitar posko. Menariknya, di tengah agenda silaturahmi tersebut, mereka secara tidak sengaja bertemu dengan Bapak Arif, salah satu pelaku usaha bibit cabai rawit ori setempat. Pertemuan spontan ini langsung dimanfaatkan oleh mahasiswa untuk melakukan survei dan merumuskan rencana pendampingan promosi digital. Langkah awal ini diambil sebagai pondasi untuk membangun kedekatan emosional sekaligus memetakan potensi ekonomi desa yang siap dikembangkan ke depannya.
Rangkaian kegiatan pada hari pertama ini awalnya dirancang berfokus pada aksi turun lapangan ke rumah-rumah warga yang berada di sekitar posko KKN. Dengan senyum dan sapa, para mahasiswa memperkenalkan diri sekaligus memohon izin serta dukungan dari masyarakat agar seluruh program kerja yang direncanakan dapat berjalan lancar.
Di sela-sela obrolan hangat dengan warga sekitar, para mahasiswa tanpa sengaja berjumpa dengan Bapak Arif, yang di depan rumahnya terdapat binih cabai rawit. Dari perbincangan yang mengalir santai dan penuh kehangatan di kediaman beliau. Pertemuan yang terjadi tanpa direncanakan sebelumnya ini seketika berkembang menjadi ruang Pembelajaran yang interaktif. Fokus utama dari kunjungan ini pun langsung diselaraskan dengan persiapan program kerja dari klaster Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI). Kelompok 13 KKN-PPM UNIIB melihat adanya potensi besar pada usaha pembibitan milik Bapak Arif, namun sayangnya belum optimal dari segi pemasaran digital.
Melihat peluang yang terbuka secara tidak sengaja tersebut, para mahasiswa dari klaster FEBI langsung mengambil peran untuk mendampingi dalam program pendampingan promosi produk. Alih-alih langsung mengeksekusi, hari itu dimanfaatkan sebagai tahap pra-pelaksanaan program kerja untuk merumuskan rencana pembuatan titik lokasi pada Google Maps. Melalui bincang-bincang santau tersebut, diidentifikasi bahwa banyak calon pembeli dari luar daerah yang kesulitan menemukan lokasi usaha Bapak Arif. Oleh karena itu, perumusan dan pengumpulan data awal dilakukan agar nantinya pendaftaran identitas digital usaha tersebut bisa dilakukan secara akurat.
“Saya melihat kualitas bibit cabai rawit milik Pak Arif ini sangat unggul. Di Pertemuan hari ini yang tidak sengaja saat kami keliling silaturahmi, membuka jalan bagi kami untuk langsung membantu digitalisasi usahanya. Soalnya “eman-eman” jika tidak ada dari kami yang membantu usaha beliau ,” ujar Muhtar salah satu mahasiswa kkn-ppm uniib, yang bertepatan dia juga memiliki tanaman cabai ini.
Meski baru dalam tahap survei dan perumusan, dampak dari diskusi ini langsung disambut antusias oleh pelaku usaha. Bapak Arif mengaku sangat terbantu dengan inisiatif para mahasiswa yang tanggap terhadap kebutuhan teknologi, mengingat kendala utamanya selama ini adalah minimnya pemahaman tentang promosi digital.
“Saya sangat bersyukur atas pertemuan tanpa sengaja yang sangat hangat ini bersama adik-adik mahasiswa KKN UNIIB. Jujur, saya gaptek kalau urusan HP dan internet. Mendengar rencana adik-adik yang ingin membuatkan Google Maps untuk usaha saya, saya jadi sangat berharap pembibitan cabai ini nantinya bisa lebih dikenal luas,” ungkap Bapak Arif dengan penuh semangat.
Sebagai dokumentasi kegiatan dan persiapan data, para mahasiswa melakukan foto bersama dengan Bapak Arif di area pembibitan, mencatat informasi detail mengenai produk, serta mengambil titik koordinat lokasi sementara melalui GPS gawai mereka. Data dan dokumentasi ini akan menjadi bahan baku utama saat proses pembuatan akun Google Maps dilakukan pada agenda berikutnya.
Sebagai tindak lanjut dari pertemuan perdana ini, para mahasiswa telah menyusun jadwal untuk masuk ke tahap eksekusi pembuatan Google Maps bagi UMKM bibit cabai pada agenda berikutnya. Pengabdian Kelompok 13 tidak hanya berfokus pada penguatan sektor ekonomi desa lewat strategi digital marketing semata. Sebagai wujud kepedulian yang menyeluruh, para mahasiswa juga merencanakan program edukasi beramal sejak dini sebagai upaya penunjang pembentukan karakter anak-anak desa. Langkah ini dibarengi dengan program pembuatan kotak amal yang nantinya akan dialokasikan khusus untuk membantu masyarakat yang membutuhkan di Desa Plampangrejo. Dengan langkah perumusan program yang menyentuh aspek kemandirian ekonomi sekaligus penguatan karakter sosial-keagamaan, Desa Plampangrejo optimistis dapat bergerak maju menjadi desa yang tidak hanya berdaya saing secara digital, tetapi juga harmonis dan humanis. Pewarta: Akid Waliyudin
