Dari Lokal Jadi Legal: Mendorong UMKM Naik Kelas Lewat Kepemilikan NIB dan Sertifikat Halal
Banyuwangi— Tidak sedikit pelaku usaha kecil yang memiliki produk bermutu, namun kerap kalah bersaing atau bahkan diragukan konsumen hanya karena belum mengantongi legalitas resmi. Kondisi inilah yang coba dijawab mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB) Kelompok 02 melalui pendampingan pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikat halal bagi usaha rintisan milik Tiara di Desa Kepundungan, Kecamatan Srono, Banyuwangi, pada Minggu (2/8/2026).
Tiara, seorang mahasiswi Ibrahimy yang merintis usaha penjualan aneka sosis goreng dan minuman, menjadi salah satu potret pelaku UMKM muda yang produknya sudah cukup diminati, namun belum tersentuh legalitas usaha. Padahal, kepemilikan NIB dan sertifikat halal menjadi modal penting agar usaha semacam ini dapat naik kelas, memperluas pasar, sekaligus menumbuhkan kepercayaan konsumen.
Menjawab persoalan tersebut, mahasiswa KKN-PPM Kelompok 02 Marco, Nadia, dan Erlangga turun langsung menemui Tiara dengan pendekatan jemput bola, alih-alih menunggu pelaku usaha datang mengurus sendiri. Ketiganya mendampingi proses secara bertahap, mulai dari pengumpulan data usaha, pengisian informasi pada sistem Online Single Submission (OSS) untuk penerbitan NIB, hingga pendaftaran sertifikasi halal melalui jalur self-declare yang sesuai dengan skala usaha rumahan.
“Usaha Tiara ini sebenarnya sudah punya pasar sendiri, apalagi sosis gorengnya cukup dikenal di lingkup lingkungan itu sendiri. Sayangnya, legalitas seperti NIB dan sertifikat halal ini sering luput karena dianggap ribet. Makanya kami dampingi langsung supaya prosesnya lebih mudah dan cepat selesai,” ujar salah satu mahasiswa pendamping.
Kegiatan ini menjadi penanda bahwa program kerja Scale Up UMKM tidak hanya menyasar aspek produksi dan pemasaran, tetapi juga menyentuh sisi legalitas yang kerap terabaikan oleh pelaku usaha muda. Melalui pendampingan ini, mahasiswa KKN-PPM Kelompok 02 berharap usaha rintisan seperti milik Tiara dapat tumbuh lebih percaya diri, memiliki daya saing yang lebih kuat, serta menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk berani merintis usaha sejak dini tanpa mengabaikan aspek legalitas.
Penulis (Raizzakkii)
