Inovatif dan Ramah Lingkungan, Mahasiswa KKN Gelar Pelatihan Budikdamber dan Hidroponik Galon Bersama Warga
BANYUWANGI — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) sukses menggelar program kerja utama yang berfokus pada ketahanan pangan keluarga dan pengelolaan limbah plastik. Mengusung konsep pertanian perkotaan (urban farming), para mahasiswa mengajak warga setempat mempraktikkan Budikdalon (Budidaya Ikan dalam Galon) dan sistem hidroponik dari galon bekas, pada Rabu (19/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Halaman Rumah pak Kadus Melik ini dihadiri warga, khususnya ibu – ibu dan bapak-bapak warga setempat. Program ini dirancang untuk memberikan solusi praktis bagi masyarakat yang ingin memproduksi bahan pangan mandiri di pekarangan rumah, terutama dengan memanfaatkan lahan terbatas dan barang bekas.
Koordinator proker, Tarisah Ap, menjelaskan bahwa penggabungan Budikdalon dan hidroponik galon bekas merupakan teknik yang saling melengkapi, efisien, dan hemat biaya.
“Lewat program ini, warga tidak hanya diajak memelihara ikan lele dalam galon, tetapi juga memanfaatkannya untuk menanam sayuran seperti kangkung di bagian atas galon” ujarnya.
Warga terlihat sangat antusias mengikuti setiap tahapan pelatihan. Banyak di antara mereka yang aktif bertanya seputar perawatan harian hingga penanganan kendala hama pada tanaman.
Kepala Dusun Melik, Pak Muhib, menyambut positif inisiatif mahasiswa KKN ini. Menurutnya, program ini sangat relevan dengan kebutuhan warga saat ini.
“Kami sangat berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa KKN. Program ini tidak hanya mengedukasi warga tentang pentingnya gizi keluarga, tetapi juga membantu mengurangi sampah plastik galon di lingkungan kami. Warga kini punya kegiatan produktif baru di rumah,” ungkapnya.
Sebagai bentuk dukungan berkelanjutan, kelompok KKN menyerahkan Budikdalon yang sudah berisi bibit lele dan kangkung, serta beberapa unit hidroponik galon kepada perwakilan RT setempat. Mahasiswa juga akan melakukan pendampingan secara berkala selama masa KKN untuk memastikan sistem ini terus berjalan hingga masa panen pertama.
Melalui inovasi sederhana ini, diharapkan masyarakat desa dapat lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan harian yang sehat, hemat, dan ramah lingkungan.
Pewarta : Syafira Syifa
