Bantu Pelaku UMKM, Mahasiswa KKN Turun Tangan Input Data Demi Selesaikan Proker Sertifikasi Halal Gratis
BANYUWANGI — Dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), tim Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi menggelar program kerja (proker) pendampingan dan pendaftaran Sertifikasi Halal Gratis. Tidak hanya sekadar memberikan sosialisasi, para mahasiswa ini turun langsung mendampingi para pelaku usaha secara door to door untuk membantu proses pengumpulan hingga penginputan data administratif ke sistem pendaftaran sertifikasi halal resmi, pada Minggu (9/8/2026).
Banyak pelaku UMKM di tingkat desa yang sebenarnya ingin memiliki sertifikat halal resmi, namun terkendala oleh kendala biaya dan rumitnya alur penginputan data teknis. Melihat kendala tersebut, tim KKN hadir menjadi jembatan bagi para pemilik usaha.
“Banyak warga pemilik usaha makanan dan minuman yang belum paham cara mengoperasikan sistem atau melengkapi berkas administrasi seperti NIB dan daftar bahan baku, mereka juga mengira biaya pajak akan mahal jika harus mendapatkan sertifikasi halal. Oleh karena itu, kami bantu dari tahap awal verifikasi bahan hingga penginputan data secara daring sampai selesai secara gratis” ujar Nafila Fanni, selaku koordinator proker sertifikasi halal.
Program ini memanfaatkan skema sertifikasi halal gratis yang difasilitasi oleh pemerintah. Melalui pendampingan intensif dari mahasiswa KKN, puluhan pelaku UMKM lokal kini berhasil mengajukan berkas mereka dan tinggal menunggu proses verifikasi akhir dari pihak berwenang.
Aksi nyata mahasiswa KKN ini mendapat sambutan hangat dari para pemilik usaha lokal. Salah satu pelaku UMKM mengaku sangat terbantu karena sebelumnya merasa bingung dengan biaya dan persyaratan pendaftaran mandiri.
“Awalnya bingung sekali mau daftar ke mana dan isi apa saja. Alhamdulillah, adik-adik mahasiswa sangat sabar mendampingi dan mengisikan datanya. Sekarang usaha saya bisa punya kepastian sertifikat halal gratis,” ungkap Pak Anwar, salah satu pelaku UMKM setempat.
Melalui keberhasilan program kerja ini, diharapkan produk-produk UMKM lokal tidak hanya meningkatkan kepercayaan konsumen, tetapi juga mampu menembus pasar yang lebih luas dengan jaminan produk halal.
Pewarta : Tarisah Ap.
