Mahasiswa KKN-PPM Diterjunkan, 19 Desa Jadi Titik Pengabdian
BANYUWANGI – Kuliah Kerja Nyata (KKN) sudah bukan kegiatan asing bagi masyarakat. Bagi mahasiswa pun, giat ini merupakan salah satu milestone paling ditunggu. Dan Rabu pagi (15/7/2026) di Kantor Desa Sukonatar adalah awal dari giat pengabdian bagi seluruh mahasiswa semester 6 Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi.
Kini, nomenklatur KKN telah bertrasnformasi menjadi KKN-PPM, yakni Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat. Dengan memfokuskan pada setiap rumpun fakultas, diterjunkannya mahasiswa menjadi harapan tersendiri bagi kampus untuk memberikan manfaat konkret dalam berbagai segi kehidupan masyarakat–beserta dinamikanya.
Hadir dan turut antusias, dari internal maupun eksternal (mitra) UNIIB. Mulai dari jajaran Yayasan, pimpinan, dekan, dosen pendamping lapangan. Dari eksternal, meliputi Camat Srono, Cluring, Gambiran dan Kalipuro, dan juga beberapa Kepala Desa yang ditempati KKN-PPM.
Ketua LPPM UNIIB, M. Amir Mahmud, M.A. memberikan penjelasan bahwa sebelum diterjunkan, seluruh mahasiswa telah mendapatkan pengajaran tentang metodologi untuk melaksanakan KKN-PPM. KKN-PPM, katanya, juga menjadi jembatan yang konkret dari abstraknya teori dengan realitas masyarakat.
“UNIIB tahun ini menerjunkan 273 mahasiswa. Di mana di bagi dalam empat kecamatan, yakni 119 mahasiswa di Kecamatan Srono, 84 di Kecamatan Cluring, 57 di Gambiran, dan 27 mahasiswa di Kalipuro. Di mana seluruhnya telah mendapatkan materi metodologi dalam melaksanakan pembelajaran dan pemberdayaan kepada masyarakat. Sehingga, dengan bekal metodologi dan observasi yang sudah dilakukan setiap kelompok, KKN-PPM ini mempertemukan dua dimensi yang kontras, yakni dimensi teori dan realitas. Artinya, ilmu yang didapatkan di bangku kuliah, tentu harus diterapkan sesuai realitas yang ada. Tidak sekadar menjadi Bahasa langit yang tidak berpijak pada bumi,” katanya.
Dr. H. Lukman Hakim, S.Ag., M.H.I. selaku Rektor meminta kepada setiap Kepala Desa dan Camat untuk senantiasa membimbing mahasiswa yang diterjunkan agar terus dalam koridor kebermanfaatan dan pemberdayaan.
“KKN-PPM ini juga menjadi medium bagi etalase kampus, yakni mahasiswa, terhadap pandangan kampus. Dengan demikian, kami memohon agar Kepala Desa bersedia kiranya membimbing mahasiswa kami. Oleh karena bagaimanapun, ini merupakan proses pembelajaran, sebagaimana nomenklaturnya, yakni PPM,” Ujar Rektor.
Setelah memberikan sambutan, Rektor UNIIB membuka kegiatan dengan bacaan basmalah. Kegiatan dilanjutkan dengan penyambutan dari Camat Srono, yakni Ahmad Subhan, S.E., M.Si. Di atas podium, Camat Srono mengucapkan selamat datang dan banyak terimakasih kepada UNIIB, karena dijadikan lokasi untuk melaksanakan Penerjunan KKN-PPM. Kepada mahasiswa, ia mendorong untuk membuat program yang berorientasi pada kemaslahatan, serta menghimbau untuk menjaga keselamatan dan Kesehatan selama KKN-PPM berlangsung.
“Tentunya, kami mewakili seluruh Camat dan Kepala Desa yang ditempati KKN, sangat berterimakasih. Kami ucapkan selamat datang kepada seluruh mahasiswa Ibrahimy. Kami antusias menyambut mahasiswa KKN. Sehingga, silahkan mau membuat program apa, mau membuat inovasi ataupun kreasi apa, silahkan. Tak lupa, jangan begadang, ya. Jaga keselamatan pribadi dan kelompok serta Kesehatan masing-masing,” tutur Camat Srono.
Kegiatan dilanjutkan dengan mengenakan jaket kepada Camat yang hadir sebagai simbolis dimulainya giat KKN-PPM. Dan kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ketua Yayasan Sosial dan Pendidikan Islam Ibrahimy (YASMY), KH. Muwafiq Amir, B.A. (*)
Pewarta: Muhammad Sholeh Muria
