MAHASISWA KKN-PPM UNIIB GELAR CLASS OF PUBLIC SPEAKING DENGAN KREATIVITAS STICK EDUCATION
BANYUWANGI – Kamis, 24 Juli 2025 KKN-PPM Kelompok 7 desa Kedungwungu secara Bersama menginisiasi dengan membangun kelas sederhana berbasis kreativitas yang dilaksanakan di MI Tarbiyatussibyan. Kegiatan ini bertujuan untuk menciptkan ruang keberanian bagi siswa Madrasah Ibtidaiyah untuk berani bersuara atau berbicara di depan banyak orang dalam tanda kutip di hadapan teman teman sejawatnya.
Mengambil Kelas paling tinggi dengan mempertimbangkan tingkat ke-urgensian soft skill berbicara di depan publik, dengan harapan dari kelas sederhana yang mahasiswa UNIIB bangun mampu melahirkan keberanian di dalam diri siswa sehingga menjadi bekal yang baik sekaligus berguna bagi siswa di kemudian hari.
Dengan mempertimbangkan, minimnya literasi berbicara sebagai salah satu soft skill dalam diri pelajar menggugah para mahasiswa untuk menyalurkan sekaligus mengembangkan bakat yang barangkali terpendam di dalam diri siswa
“waaah ini nih kak, program yang kami tunggu-tunggu” ujar bu Luluk kepala sekolah MI Tarbiyatussibyan Ketika para mahasiswa melakukan kunjungan untuk memastikan kegiatan kelas public speaking ini
“sebab itukan salah satu soft skill yang jarang muncul padahal sangat penting bagi anak anak” tambahnya. Dari respon yang begitu baik, membuat para mahasiswa KKN semakin yakin dan percaya diri dalam mengembangkan kelas tersebut.
Dengan kelas materi yang dilanjutkan dengan praktek berbicara satu persatu diiringi dengan ice breaking dan kekompakan kelompok membuat antusias dari siswa-siwi kelas 5 & 6 dengan jumlah hampir 50 peserta nampak terlihat, meski masih ada satu dua siswa yang malu malu untuk memulai berbicara di depan rekan-rekannya.
Jum’at, 25 Juli 2025 mahasiswa KKN-PPM UNIIB melanjutkan kegiatan Class of Public Speaking sebagai bentuk memaksimalkan pembeljaran yang cukup singkat, dengan harapan mampu berkesan dan memberikan insight yang baik untuk para peserta.
Dengan mempergunakan Stick Education ada dua point penting yang dipelajari, yakni kekreativitasan peserta dan yang kedua keberanian peserta untuk mepresentasikan maksud dari stick education yang sudah masing-masing tim buat. Sebgai paramater untuk menjangkau sejauh mana anak anak mampu merepresentasikan Public Speaking di hadapan seluruh teman teman peserta lainnya.
Dari segala rangkaian yang telah diupayakan, para Mahasiswa KKN-PPM UNIIB desa Kedungwungu berharapa dari kelas singkat tersebut, mampu menjadi gambar dan menjadi acuan bagi anak anak peserta untuk kelak menyadari dan mempelajari bahwasanya public speaking merupakan soft skill dasar yang begitu penting dan berguna, baik dalam jenjang pendidikan mereka maupun jenjang karir mereka.
Oleh: Vina Nailil Afida
