Monitoring Pelaksanaan KKN-PPM, LPPM UNIIB Tinjau Program Kerja Mahasiswa di Desa Kepundungan
Banyuwangi — Panitia Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB), melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), melakukan kunjungan monitoring kepada mahasiswa KKN-PPM Kelompok 02 di Desa Kepundungan, Kecamatan Srono, Banyuwangi, pada Minggu (26/7/2026) pukul 10.30–11.15 WIB. Kunjungan ini menjadi bentuk tindak lanjut LPPM dalam mengawal keberlangsungan program pengabdian mahasiswa di tengah masyarakat. Monitoring tersebut dihadiri langsung oleh Ketua LPPM UNIIB, M. Amir Mahmud, M.A., serta Dr. Emi Hidayati, S.Pd., M.Si.
Kehadiran keduanya menjadi momen penting bagi mahasiswa untuk mendapatkan arahan dan evaluasi langsung terkait keberlanjutan program kerja yang sedang maupun akan dilaksanakan selama masa KKN-PPM. Dalam kesempatan tersebut, kedua pihak juga memberikan arahan mengenai bagaimana metode Participatory Action Research (PAR) dapat diterapkan secara lebih efisien dan tepat sasaran di tengah masyarakat.
Ketua LPPM UNIIB, M. Amir Mahmud, M.A., dalam penyampaiannya menekankan pentingnya keberlanjutan program kerja agar tidak berhenti pada capaian administratif semata. “Keberlanjutan proker itu kunci. Jangan sampai program yang sudah berjalan bagus justru terhenti begitu saja setelah KKN selesai. Mahasiswa harus memastikan ada pihak di desa yang bisa melanjutkan, entah itu perangkat desa, kelompok masyarakat, atau kader lokal,” ujar M. Amir Mahmud.
Sementara itu, Dr. Emi Hidayati, S.Pd., M.Si., memberikan arahan lebih teknis terkait penerapan metode PAR agar prosesnya benar-benar melibatkan masyarakat secara aktif, bukan sekadar formalitas pendekatan. “Metode PAR itu bukan sekadar mengumpulkan data lalu membuat program. Mahasiswa harus benar-benar duduk bersama warga, mendengarkan kebutuhan mereka, dan merumuskan solusi bersama-sama. Dengan begitu, program yang dihasilkan akan lebih efisien karena memang lahir dari masyarakat itu sendiri, itu yang di namakan Action” jelas Dr. Emi Hidayati.
Kedua pihak turut menitipkan harapan agar mahasiswa dapat menjaga nama baik almamater selama berada di lokasi KKN, serta terus membangun komunikasi yang baik dengan perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat. Harapannya, program kerja yang dijalankan tidak hanya selesai secara administratif, tetapi juga meninggalkant dampak dan kesan positif yang berkelanjutan bagi Desa Kepundungan. Kunjungan monitoring ini menjadi penanda bahwa LPPM UNIIB tidak sekadar melepas mahasiswa ke lapangan, melainkan turut mengawal dan memastikan proses pengabdian berjalan sesuai dengan nilai-nilai yang diusung UNIIB, yakni pendidikan yang membumi dan berpihak pada masyarakat.
Penulis (Raizzakkii)
