REVITALISASI DALAM PENINGKATAN EMPOWERING KELOMPOK MASYARAKAT DI DESA KEDUNGRINGIN

BANYUWANGI, Selasa 12 Agustus 2025 – Kelompok Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi 02 Desa Kedungringin Muncar telah mendampingi Kelompok Masyarakat dalam merevitalisasi administrasi Kelompok KSM Resik (Kumpulan Swadaya Masyarakat Resik). Revitalisasi ini bertujuan untuk memperbarui dan menghidupkan kembali sistem manajemen dan teknis operasional KSM Resik.

KSM Resik adalah salah satu unit BUMDes Desa Kedungringin yang telah beroperasi sejak tahun 2019. Anggota KSM Resik pada tahun 2019 sebanyak 18 anggota, namun perlahan-lahan KSM Resik mengalami kendala dalam teknis operasinya, sehingga menjadi hambatan yang berarti bagi kelompok ini. Dampak dari beberapa faktor hambatan ini juga menimbulkan pengurangan anggota yang hingga bersisa sebanyak 7 anggota, hal ini yang mengakibatkan ketidakseimbangan antara harapan dan realita lapangan.

Koordinator terpilih, Mas U’UN, mengucapkan “terima kasih kepada kelompok KKN UNIIB yang telah bersedia dan berloyalitas dalam mendampingi KSM Resik untuk memperbarui administrasi serta memberikan arahan untuk manajemen operasional kedepannya”. Tak hanya itu kegiatan KKN UNIIB ini juga mendapat apresiasi penuh dari Kepala Desa Kedungringin.

Syehnur Bongkar Pamungkas selaku Ketua Kelompok KKN 02 UNIIB, berharap semoga kegiatan ini dapat senantiasa bermanfaat serta dapat merampingkan masalah yang terjadi dalam manajemen sampah. Diawali dengan membangun komunikasi kesana kemari dengan stakeholder terkait, akhirnya langkah awal yang diambil oleh kelompok KKN 02 UNIIB adalah merevitalisasi organisasi KSM Resik agar secara administrasi desa sudah ter-legalitas. Meskipun ini hanya langkah awal, kelompok KKN 02 UNIIB akan terus mendampingi KSM Resik dalam bersilaturahmi, berdiskusi, serta berkolaborasi dengan stakeholder pemerintahan Banyuwangi terkait. ujar Syehnur

Semoga kegiatan ini dapat membawa dampak positif bagi KSM Resik dan masyarakat Desa Kedungringin, serta dapat menjadi contoh bagi kelompok masyarakat lainnya dalam meningkatkan kualitas hidup dan mengelola sampah dengan baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke Atas