“Suara yang Didengar”: Inisiatif Mahasiswa KKN-PPM UNIIB Ciptakan Ruang Aman Anti-Bullying di Desa Kepundungan
Banyuwangi — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB) Kelompok 02 menggelar kegiatan edukasi bertajuk “Suara yang Didengar” di MI Tarbiyatus Sibyan, Dusun Sumberejo, Desa Kepundungan, Kecamatan Srono, Banyuwangi, pada Kamis (6/8/2026). Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian mahasiswa terhadap isu perundungan (bullying) di lingkungan sekolah, sekaligus upaya menumbuhkan keberanian anak-anak untuk bersuara ketika mengalami atau menyaksikan tindakan bullying di sekitar mereka.
Melalui pendekatan yang ramah anak, mahasiswa mengajak siswa untuk memahami bahwa mengejek, mengucilkan, atau merundung teman bukanlah candaan biasa, melainkan tindakan yang dapat melukai perasaan orang lain. Anak-anak juga diajak untuk berani angkat bicara, baik kepada guru, orang tua, maupun orang dewasa yang dipercaya, apabila mengalami atau melihat tindakan bullying terjadi di sekitar mereka.
Kegiatan ini diawali dan diikuti oleh siswa-siswi MI Tarbiyatus Sibyan yang tampak antusias mengikuti sesi edukasi yang dikemas secara interaktif. Judul “Suara yang Didengar” dipilih untuk menegaskan pesan utama kegiatan ini, yaitu bahwa setiap anak berhak merasa aman dan setiap keluhan mereka layak untuk didengar, bukan diabaikan.
Melalui permainan peran sederhana dan diskusi ringan, mahasiswa berupaya menanamkan empati sejak dini, sekaligus membangun keberanian anak-anak untuk saling melindungi satu sama lain. Ladya Candra Dinika, selaku pemateri dalam kegiatan ini, menyampaikan “Harapan saya, anak-anak tidak hanya paham secara teori bahwa bullying itu salah, tapi juga berani bersikap—baik untuk melindungi diri sendiri maupun membela teman yang mengalami perundungan. Semoga sekolah ini bisa menjadi ruang yang aman, di mana setiap suara anak benar-benar didengar dan dihargai,” ujar Ladya.
Kegiatan edukasi Stop Bullying ini menjadi penanda bahwa program kerja KKN-PPM Kelompok 02 tidak hanya menyentuh aspek ekonomi dan keagamaan, tetapi juga peduli terhadap tumbuh kembang psikologis dan sosial anak-anak Desa Kepundungan menegaskan bahwa setiap suara kecil sekalipun, layak untuk didengar dan diperjuangkan.
Penulis (Raizzakkii)
