Jaga Tradisi, Siapkan Generasi: Pelatihan Pemulasaraan Jenazah di Desa Kepundungan
Banyuwangi – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB) Kelompok 02 menggelar program kerja utama bertajuk regenerasi dan pelatihan pemulasaraan jenazah, bertempat di Desa Kepundungan, Kecamatan Srono, Banyuwangi, pada Jumat (14/8/2026) pukul 19.00–21.00 WIB. Kegiatan ini menjadi salah satu proker unggulan yang lahir dari kegelisahan akan minimnya kader muda yang memahami tata cara pemulasaraan jenazah sesuai syariat di tengah masyarakat.
Kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan organisasi keagamaan, lembaga desa, serta karang taruna Desa Kepundungan, yang bersama-sama hadir untuk belajar dan memperdalam ilmu terkait tata cara memandikan, mengafani, menyalatkan, hingga menguburkan jenazah sesuai tuntunan agama. Turut hadir Kepala Desa Kepundungan, Bapak Baitu Rohim, yang memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi kegiatan pelatihan tersebut.
Dalam sambutannya, Bapak Baitu Rohim menekankan pentingnya regenerasi kader pemulasaraan jenazah, mengingat selama ini pelaksanaannya masih bertumpu pada segelintir tokoh sepuh di desa. Beliau menyampaikan bahwa tanpa adanya kaderisasi, dikhawatirkan suatu saat desa akan kesulitan mencari orang yang benar-benar paham dan bersertifikat untuk menjalankan tugas mulia tersebut.
Proses fasilitasi kegiatan ini dirancang secara bertahap oleh mahasiswa, dimulai dari Focus Group Discussion (FGD) bersama tokoh agama dan pengurus pemulasaraan jenazah setempat untuk memetakan kebutuhan pelatihan serta menjaring calon kader dari kalangan pemuda dan pengurus organisasi keagamaan. Dari hasil FGD tersebut, disusunlah rangkaian materi pelatihan yang memadukan teori dan praktik langsung, agar peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga terampil mempraktikkannya.
Pelatihan kemudian dibimbing langsung oleh dua narasumber berpengalaman dan bersertifikat resmi, yaitu Ibu Sumarlik yang memiliki sertifikat pemulasaraan jenazah perempuan, serta Bapak Imam Bukhori yang membimbing materi pemulasaraan jenazah laki-laki. Kedua pembimbing memandu peserta mempraktikkan langsung tata cara memandikan dan mengafani jenazah menggunakan alat peraga, sehingga peserta memperoleh pengalaman yang mendekati kondisi nyata di lapangan.
Muizudin, salah satu peserta dari unsur karang taruna, saat diwawancarai menyampaikan harapannya atas keberlangsungan program ini. “Selama ini kami hanya jadi penonton kalau ada warga yang meninggal, karena memang belum paham caranya. Semoga dengan pelatihan ini, ke depan kami sudah siap kalau sewaktu-waktu dibutuhkan, dan ilmu ini juga bisa terus kami turunkan ke generasi setelah kami,” ujar Muizudin.
Kegiatan regenerasi dan pelatihan pemulasaraan jenazah ini menjadi penanda bahwa program kerja KKN-PPM Kelompok 02 tidak hanya menyentuh aspek ekonomi dan pendidikan, tetapi juga turut menjaga keberlangsungan tradisi keagamaan yang menjadi kebutuhan mendasar masyarakat memastikan bahwa ilmu dan tanggung jawab mulia ini tidak berhenti pada satu generasi, melainkan terus diwariskan bagi Desa Kepundungan.
Penulis (Raizzakkii)
